RADAR-BARRU.COM- Aparat keamanan TNI-Polri telah telah mengidentifikasi 13 warga sipil pendulang emas yang tewas dibantai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, sejak Senin (16/10/2023) hingga Sabtu (28/10/2023).
Kepala Operasi Damai Cartenz Kombes Faizal Ramadhani, melalui keterangan tertulisnya yang dikutip dari Tribun Papua menjelaskan, para pelaku penyerangan warga itu adalah KKB dari Kabupaten Nduga yang dikomandoi oleh Asbak Koranue.
"Yang memimpin penyerangan Asbak Koranue," ujarnya dalam keterangannya dikutip pada Sabtu (28/10/2023).
Selain itu, dalam penyerangan tersebut juga ada sosok Yotam Bugiangge yang saat ini menjadi bawahan dari Asbak Koranue.
Menurut Faizal, dalam struktur organisasi Kodap Ndugama, Asbak Koranue memiliki posisi cukup tinggi.
"Asbak itu Komandan Batalyon Wosak dan Yotam ada di bawahnya," kata dia.
Sebelumnya, Satgas Operasi Damai Cartenz telah menemukan 7 warga tewas dibantai KKB. Kini mereka menemukan 6 orang lagi. Keenam jenazah itu pun telah berada di RSUD Dekai untuk visum dan identifikasi.
"Alhamdulillah, kita sudah dapat mengidentikasi para korban," ujar Kasatgas Humas Damai Cartenz, AKBP Bayu Suseno dalam keterangannya.
Berikut identitas ke 13 korban tewas yang berhasil diidentifikasi polisi:
1. Oktavianus Lenteng alias Boplang, 25 tahun, suku Palopo, Alamat Kecamatan Riung Barat, Nusa Tenggara Timur.
2. Marselinus Luik, 34 Tahun, alamat Netenaen Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.
3. Akmal, 23 tahun, Pinrang, alamat. Kel. Sirang Kec. Lansirang, Kab.Pinrang Prov. Sulawesi Selatan
4. Andika, 27 tahun, Alamat: Kel. Lambai Kec. Lambai Kab. Kolaka Utara Prov. Sulawesi Tenggara
5. Ibrahim
6. Rangga
"Untuk rangga dan Ibrahim belum diketahui warga mana, karena saksi-saksi hanya mengetahui nama panggilan sehari-hari dan di TKP tidak ditemukan adanya identitas," kata Bayu.
"Keenam jenazah ini dalam keadaan mengenaskan karena sudah busuk dan ada yang kondisinya dibakar oleh KKB yaitu Akmal dan Andika" ujar Bayu kemudian.
Bayu menambahkan bahwa setelah proses identifikasi selesai, keenam jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
"Keenam jenazah kita serahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. Dan jam 6 sore (jumat, 27/10) sudah langsung dimakamkan di TPU Kilometer 6 Dekai Yahukimo" pungkas Kasatgas Humas Damai Cartenz, AKBP Bayu Suseno.
Bayu menyatakan pihaknya bersama-sama dengan TNI akan menindak tegas para pelakunya yang telah melakukan pembantaian terhadap warga.
"Kami bersama TNI akan tindak tegas. kami akan lakukan pengejaran dan penegakan hukum terhadap KKB," tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, KKB menyerang lokasi pertambangan ilegal di Distrik Seradala, pada 16 Oktober 2023.
Aparat yang kemudian tiba di lokasi kejadian pada 17 Oktober 2023, berhasil mengevakuasi 20 korban selamat dan tujuh jenazah.
Kemudian pada 18 Oktober 2023, aparat keamanan kembali menemukan 25 orang yang selamat dari penyerangan tersebut dan mengevakuasinya ke Distrik Dekai.
Sebelumnya Ditemukan 7 jenazah
1. Udin (Sulawesi Selatan)
2. Maun (Sulawesi Selatan)
3. Ardi (Sulawesi Selatan)
4. Hendra (Sulawesi Selatan)
5. Anju (Batak-Sumut)
6. Appe (Sulawesi Selatan)
7. Siger (Sulawesi Selatan).
Selain itu, KKB Egianus Kogoya juga melakukan pembakaran terhadap 3 unit rksavator, 2 unit truck, dan 1 unit camp pendulangan.
Sumber: Tribun-medan.com