Forum Kepakaran Indonesia Gelar FGD Perdana, Rokhmin Dahuri Sebut Kesejahteraan Nelayan Perlu Diperhatikan

RADAR-BARRU.COM-- Sejumlah pakar berkompeten dan berintegritas yang terdiri dari Guru Besar dan Doktor dari berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia resmi membentuk sebuah wadah masukan yakni Forum Kepakaran Indonesia. Forum ini menjadi wadah para pakar-pakar Indonesia yang peduli akan kondisi Indonesia dengan menyalurkan inspirasi dan masukan pada pemerintah Indonesia demi kemajuan bangsa, Kamis (27/11/2025).

Dalam mengumpulkan semua masukan dari para pakar, Forum Kepakaran Indonesia (FKI) menyelenggarakan Forum Group Discussion pertamanya dengan tema “Mewujudkan Kesejahteraan dan Keberlanjutan di Bidang Perikanan Menuju Indonesia Emas 2045”. 

Ketua Dewan Pakar Forum Kepakaran Indonesia (FKI) yang juga mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Prof. Dr. Rokhmin Dahuri M.S mengungkapkan bahwa dari 12 mata pencaharian di Indonesia dengan pendapatan rendah yakni, profesi nelayan ada di peringkat paling bawah, ini berarti masyarakat dengan mata pencaharian sebagai nelayan berada dibawah Kesejahteraan hidup.

"Masalah kesejahteraan Nelayan, ini sangat penting diperhatikan. Karena dari 12 mata pencaharian di Indonesia, nelayan itu ada dirangking paling rendah dengan rata-rata pendapatan 2,4 juta padahal lintas mata pencaharian itu 2,7 juta. Inilah yang harus diperhatikan karena profesi ini turut menjadi sumbangsih terhadap ekonomi negara," ungkap Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan itu.

Beliau juga menyinggung soal banyaknya kerusakan lingkungan yang dilakukan oleh manufaktur dalam pembuangan limbah ke lingkungan baik udara atau di laut. Sehingga semakin banyak lingkungan yang tercemar oleh limbah tersebut.

"Indonesia juga harus lebih serius dalam menanggapi masalah ini, banyak perairan di Jakarta dan lainnya tercemar limbah manufaktur. Padahal dalam 10 tahun terakhir sudah ada yang namanya teknologi produksi atau proses industri yang Zero Waste dengan tidak menghasilkan limbah pabrik. Sehingga lingkungan perairan dan udara aman dan lestari," ujar Rektor Universitas UMMI Bogor ini.

Kemudian Rokhmin Dahuri turut menjelaskan 
mengapa dirinya tergabung dalam Forum Kepakaran Indonesia yakni dengan dilatarbelakangi keinginan agar Indonesia cepat menjadi negara maju dan makmur ditengah permasalahan bangsa yang sedang dihadapi.

“Kami punya asumsi bahwa negara akan maju ketika semua proses perencanaan dan pengambilan keputusan berdasarkan science. Kedua, penempatan science dalam bidang ekonomi. Oleh karena itu, FKI berupaya membuat konsep sebagai second opinion bagaimana peta jalan pembangunan Indonesia sebagai sumbang saran bagi Pemerintah,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Umum FKI, Dr. Risman Pasaribu berharap kehadiran Forum Kepakaran Indonesia dapat mencapai tujuan dan dirasakan bermanfaat bagi rakyat Indonesia.

“Meskipun baru lahir, kami berharap lahirnya Forum Kepakaran Indonesia dapat membantu Pemerintah dengan memberikan sumbangsih pemikiran-pemikiran yang inovatif dalam memecahkan persoalan-persoalan dalam berbagai bidang,” kata Risman.

Kegiatan FGD dibuka dan sekaligus menjadi Keynote Speaker oleh mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Prof. Dr. Rokhmin Dahuri M.S. Sementara sebagai narasumber yaitu Prof. Agus Heri Purnomo, Dr. Risman Pasaribu (Ketua Umum FKI), Prof. Edy Yuwono PhD, Dr. Hertria Maharani Putri, S.Sos., MBA. Sambutan dari FKI oleh Prof. Edi Sugiono dan Moderator Dr. Ir. Achmad Fachrodji.(Gbr) 

0/Post a Comment/Comments

Stay Conneted

Domain