MAKASSAR-- Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan terpilih, Suwardi Thahir, resmi menandai langkah awal kepemimpinannya dengan menghadiri acara syukuran di Kantor PWI Sulsel, Jl. Maccini Sawah No. 12, Kota Makassar, Jumat, 19 Juni 2026.
Kehadiran ini menjadi simbol dimulainya pemanfaatan kantor organisasi wartawan tertua di Indonesia di bawah nahkoda baru. Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pimpinan media dan tokoh pers, di antaranya Kepala Stasiun TVRI Sulsel, Andi Fatahuddin, wartawan senior serta jajaran pemilik media dan anggota Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI).
Kehadiran mereka memperlihatkan dukungan kuat terhadap kepemimpinan Suwardi yang baru saja terpilih secara aklamasi dalam Konferprov PWI Sulsel.
Dalam sambutannya, Suwardi menegaskan komitmen untuk meningkatkan kualitas wartawan melalui program Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
Ia menyebutkan bahwa PWI Sulsel akan menjalin kerja sama strategis dengan TVRI, RRI dan media lain melalui nota kesepahaman (MoU). “Kesepakatan ini bertujuan membangun ekosistem informasi dan media yang kondusif di Sulsel, terutama dalam mendukung program pemerintah dan penguatan ekonomi daerah,” ujarnya.
Lebih jauh, wartawan senior yang akrab disapa ST ini menekankan pentingnya memfungsikan kantor PWI Sulsel sebagai ruang terbuka bagi wartawan dan masyarakat. Ia menyoroti persepsi publik yang kerap mengaitkan setiap wartawan dengan PWI. “Persepsi di tengah masyarakat itu jika sudah menyebut wartawan, maka langsung dikaitkan dengan PWI. Karena itu, memperkuat keanggotaan, khususnya kalangan muda, menjadi prioritas,” tegasnya.
ST juga mengingatkan bahwa keberadaan organisasi profesi wartawan memiliki landasan hukum yang jelas. Undang-undang No 40/1999 tentang Pers menegaskan setiap wartawan harus bernaung dalam organisasi resmi. Hal ini menjadi dasar bagi PWI Sulsel untuk memperluas keanggotaan dan memperkuat legitimasi organisasi.
Dalam acara tersebut hadir pula perwakilan media besar seperti RRI, TVRI, Harian Fajar, Tribun Timur, Pedoman Rakyat, Sulawesi Pos, Megatreds, Starnews, Senatornews.id, Media Sinergi, Harian News, Warta Sulsel, Pluz, dan sejumlah media lainnya.
"Kegiatan ini memang kami lakukan sederhana sehingga kami hanya menyampaikan informasi melalui WA, namun ternyata antusias teman-teman luar biasa," ungkapnya.
Terpisah, Mappiar, salah satu tokoh wartawan senior yang hadir, menuturkan bahwa prosesi pemindahan kantor dilakukan tepat pukul 09.00 Wita. Waktu tersebut dipilih karena diyakini membawa keberkahan dan kelancaran bagi penyelenggaraan organisasi ke depan. “Momentum ini bukan sekadar pindah kantor, tetapi juga menandai awal perjalanan baru PWI Sulsel,” katanya.
Kegiatan syukuran ini sekaligus menjadi penanda resmi pemanfaatan kantor PWI Sulsel di bawah kepemimpinan Suwardi Thahir. Kantor tersebut diharapkan menjadi sarana komunikasi publik yang efektif, memperkuat kelembagaan, dan meningkatkan kualitas pelayanan bagi wartawan yang bergabung di PWI.
“Bukan hanya teman-teman wartawan, masyarakat yang berkepentingan atau berhubungan dengan PWI bisa datang tanpa ragu-ragu. Tempat ini terbuka bagi siapa saja yang ingin menyampaikan masukan demi perbaikan organisasi,” tambah Suwardi.
Lebih dari sekadar fasilitas, kantor PWI Sulsel kini diposisikan sebagai simbol penguatan kerja sama lintas lembaga. Keberadaannya diharapkan mampu menunjang koordinasi organisasi secara lebih optimal, sekaligus menjadi wadah aspirasi publik. “Intinya, keberadaan kantor ini akan menjadi simbol penguatan kerja sama dalam memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dan pemerintah khususnya di Sulawesi Selatan,” tutup ST. (*)