Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kejaksaan Barru Gelar Rapat Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat

Senin, 21 September 2026 | September 21, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-22T05:38:08Z

RADAR-BARRU.COM--Kejaksaan Negeri Barru, gelar rapat Tim Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat Kabupaten Barru, di Aula Kantor Kejaksaan Negeri Barru, pada Selasa (21/09/2026) siang. 

Hadir dalam kegiatan tersebut, Erik Yudistira, S.H., M.H, Kajari, Mohammad Fadly Ramadan Pawae, S.IP., M.Si. Kabankesbangpol, Andi muhammad Akram Rusydi, S.H Kasi Intel Kejaksaan, Kapten Inf Sudarmin Pasi Intel Kodim 1405/Parepare, Iptu Asmadil S.H., KBO Intelkam polres, 
Kepala Kemenag dan PWI, Kapos BIN, Kodim 1405/Parepare.

"Saya berharap komunikasi dan koordinasi yang telah terjalin di Kabupaten Barru dapat terus ditingkatkan, sehingga setiap permasalahan yang berkembang dapat ditangani secara bersama-sama, terarah, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ucap Kejari BarruErik Yudistira,

Semoga komunikasi dan kerja sama yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan demi terciptanya situasi yang aman, harmonis, dan kondusif di Kabupaten Barru.

Sementara itu, Kasi Intel Kejaksaan Barru Andi muhammad Akram Rusydi, mengatakan, Kabupaten Barru hingga saat ini memiliki kondisi sosial kemasyarakatan dan kehidupan beragama yang relatif stabil.

Diperlukan koordinasi dan komunikasi yang baik antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan unsur terkait melalui pendekatan persuasif dan dialogis guna mencegah potensi konflik serta menjaga kerukunan, ketenteraman, dan stabilitas keamanan di wilayah Kabupaten Barru.

Kepala Kesbangpol Barru, Mohammad Fadly Ramadan Pawae, S.IP., M.Si, mengatakan Kejaksaan Negeri merupakan bagian penting dalam mendukung pemerintah daerah. Alhamdulillah, sinergi antara Kejaksaan, Pemerintah Kabupaten Barru, dan seluruh unsur terkait telah terjalin dengan baik.

Kehadiran dan keterlibatan semua pihak merupakan bentuk apresiasi serta komitmen bersama dalam menjaga stabilitas dan kerukunan masyarakat.

Terkait keberadaan kepercayaan atau aliran keagamaan yang memiliki pemahaman berbeda, kita perlu menyikapinya secara bijaksana dan proporsional. Perbedaan pemahaman hendaknya tidak menjadi sumber konflik, tetapi perlu dikelola melalui komunikasi, pembinaan, dan pendekatan yang sesuai dengan kondisi serta kearifan lokal.

"Kita harus berpedoman pada ketentuan dan nilai-nilai yang berlaku, serta mengedepankan langkah persuasif dan preventif. Tujuannya bukan menciptakan konflik, melainkan mencegah berkembangnya potensi permasalahan dan menjaga kerukunan umat beragama."Mohammad Fadly Ramadan Pawae, 

Untuk itu, diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh unsur terkait dalam melakukan pemantauan, pembinaan, serta deteksi dini terhadap setiap potensi gangguan kerukunan.

Semoga upaya yang kita laksanakan bersama dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung terciptanya situasi Kabupaten Barru yang aman, harmonis, dan kondusif sehingga pembangunan dapat berjalan dengan baik.

Menurut Kapten Inf Sudarmin (Pasi Intel Kodim 1405/Parepare, terkait pembahasan mengenai keberadaan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), disampaikan adanya permasalahan yang pernah berkembang di wilayah Kota Makassar, khususnya Kecamatan Mamajang.

Perlu dilakukan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat secara berkelanjutan terkait keberadaan aliran keagamaan serta pentingnya menjaga kerukunan dan situasi kamtibmas tetap kondusif.

Poto: Humas Kejaksaan Barru
Penulis: Ifn

×
Berita Terbaru Update