JAKARTA-- Tahun ini, Sinemaku Pictures menghadirkan karya paling berani lewat film horror-crime-action 'Memburu Pemangsa' garapan produser dan sutradara Umay Shahab. Ia mengatakan dalam Press Conference Film 'Memburu Pemangsa' dirinya berani mengambil isu tentang kekerasan terhadap anak ditengah maraknya terjadi kasus seperti itu, Senin (21/9/2026).
"Jadi, apa pun yang ada di filmnya buatku tidaklah lebih penting daripada bagaimana isu ini ingin disampaikan. Dan bagaimana isu kekerasan terhadap anak itu marak sekali terjadi, di luar teknis yang ada di filmnya, tapi yang lebih penting adalah bagaimana kami di sini ingin menggambarkan bahwa pemangsa anak itu lebih iblis daripada iblis. Jadi, itu sih mungkin yang paling pengen aku sampein bahwa ada amarah yang begitu besar yang tersimpan di aku gitu, yang disampaikan melalui film Memburu Pemangsa," ujar Umay.
Ia juga menjelaskan, hal tersebut ia rasakan saat dirinya masih kanak-kanak dimana ia harus menyamakan frekuensi jika berada di lingkungan orang dewasa. Dan tidak merasa nyaman jika ada hal-hal yang menjalur ke arah kekerasan terhadap anak.
"Jadi, pada saat itu kalau aku personal, aku ada momen-momen yang terjadi yang membuat aku jadi punya amarah yang begitu besar gitu terhadap para pemangsa anak yang aku rasa kayaknya perlu disampaikan dalam medium film bioskop gitu. Karena kita sebagai perwakilan dari generasi muda juga ngerasa kayaknya penting sekali untuk dibahas isu ini," ucapnya.
Dibintangi empat aktris yang menjadi pemeran utama, Laura Basuki, Prilly
Latuconsina, Taskya Namya, dan Yasamin Jasem, keempatnya membawa sebuah
perjalanan menegangkan saat memburu predator terkeji yang memangsa anak-anak.
Selain keempat aktris, film ini turut dibintangi oleh Teuku Rifnu Wikana, Andri
Mashadi, Septian Dwi Cahyo, Shareefa Daanish, dan Jordan Omar.
Musuh utama film ini bukanlah sosok hantu atau iblis, tapi manusia keji yang
bekerja sama dengan iblis. Sementara empat jurnalis perempuan berdiri di garis
depan, berani mempertaruhkan nyawa untuk membongkar dan menghentikan
kejahatan tersebut. Dengan elemen horror-crime-action yang juga membawa unsur investigasi, Memburu Pemangsa menghadirkan pengalaman sinematik dari genre horor yang tak biasa.
Prilly Latuconsina mengungkapkan, film 'Memburu Pemangsa' juga bisa menjadi karya untuk banyak orang bisa lebih peka dan peduli terhadap isu kekerasan anak.
“Saya melihat isu kekerasan seksual pada anak yang terjadi di Indonesia bukan karena pemberitaan minim, informasi sudah banyak tapi kita juga perlu melihat ada budaya diam. Di beberapa lingkungan, seperti di rumah, atau ketika kita membaca
informasi tersebut kita bingung harus melakukan apa sehingga itu dibiarkan saja," kata Prilly.
"Jadi viral sehari, dua hari, tidak ada penanganan yang tepat. Padahal harus ada aksi, ketika ada berita-berita tersebut. Isu ini perlu bantuan kita semua untuk bersuara
dan memberikan respons yang tepat,” imbuhnya.
Memburu Pemangsa membawa ancaman nyata terhadap anak ke dalam kisah perburuan empat jurnalis perempuan. Memadukan horror, crime, dan action, film ini menghadirkan pengalaman horor yang intens sekaligus mengajak penonton melihat isu tersebut lebih dekat. Film ini dijadwalkan akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada tanggal 24 September 2026.(Gbr)