Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

PLN Indonesia Power Luncurkan Program PANRITA, Integrasikan Konservasi Pulau Pannikiang dengan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Senin, 12 Oktober 2026 | Oktober 12, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-13T02:38:55Z

RADAR-BARRU.COM– PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Barru terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat melalui peluncuran Program PANRITA (*Pannikiang Nature Reserve for Indigenous Treasure and Animals*) di Pulau Pannikiang, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Jumat (25/9/2026).

Program PANRITA merupakan inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan yang mengintegrasikan upaya konservasi keanekaragaman hayati dengan pengembangan potensi ekonomi masyarakat pesisir. Program ini dirancang untuk mendorong pengelolaan Pulau Pannikiang secara berkelanjutan dengan menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam menjaga sekaligus memanfaatkan potensi wilayahnya secara bertanggung jawab.


Program PANRITA pertama kali dirintis dan mulai dilaksanakan pada pertengahan tahun 2024.Sejak saat itu, berbagai kegiatan konservasi dan pemberdayaan masyarakat dikembangkan secara bertahap sebagai fondasi pengelolaan kawasan yang berkelanjutan. 

Pelaksanaan *Grand Launching* pada September 2026 menjadi momentum untuk memperkenalkan PANRITA secara lebih luas sekaligus memperkuat kolaborasi multipihak dalam mendukung keberlanjutan program.

Pulau Pannikiang dikenal memiliki kekayaan ekosistem mangrove dan menjadi habitat berbagai jenis satwa, termasuk koloni kelelawar yang merupakan salah satu karakteristik kawasan tersebut. Potensi ekologis ini menjadi modal penting dalam pengembangan ekowisata berbasis konservasi yang diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.


Melalui PANRITA, PLN Indonesia Power UBP Barru mengembangkan **empat subprogram utama, yakni Pengembangan Ekowisata Mangrove dan Kelelawar, Pemberdayaan Nelayan, Pemberdayaan UMKM, serta Pengelolaan Sampah.**

Pengembangan ekowisata diarahkan untuk memperkuat perlindungan ekosistem mangrove dan habitat kelelawar sekaligus menghadirkan wisata edukasi berbasis lingkungan. Sementara itu, pemberdayaan nelayan difokuskan pada peningkatan kapasitas dan produktivitas usaha perikanan, sedangkan pemberdayaan UMKM diarahkan untuk memperkuat produk lokal, meningkatkan nilai tambah, dan memperluas akses pasar.

Adapun subprogram pengelolaan sampah dikembangkan untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta mendukung terciptanya kawasan wisata yang bersih dan berkelanjutan.

**[Ahmad Burhani, Manager PLN Indonesia Power UBP Barru]** menyampaikan bahwa PANRITA merupakan wujud komitmen perusahaan untuk menghadirkan program pemberdayaan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan ekonomi, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap perlindungan lingkungan.

*"Melalui PANRITA, kami ingin membangun sebuah ekosistem pemberdayaan yang saling terhubung. Konservasi mangrove dan kelelawar menjadi fondasi pengembangan ekowisata, sementara pemberdayaan nelayan, UMKM, dan pengelolaan sampah menjadi bagian penting dalam menciptakan manfaat ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Harapannya, masyarakat dapat tumbuh bersama dengan kelestarian Pulau Pannikiang,"* ujarnya.

Dukungan terhadap pengembangan PANRITA juga datang dari Pemerintah Kabupaten Barru. **Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Barru,  Dr. H. Muhammad Syukri, SKM, M.Kes.** menyampaikan dukungan terhadap pengembangan Pulau Pannikiang sebagai destinasi ekowisata unggulan yang mengedepankan kelestarian alam sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Barru, H. Andi Adnan Azis, S.STP., M.Si menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dalam menjaga ekosistem mangrove, melindungi keanekaragaman hayati, serta membangun pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Kegiatan *Grand Launching* PANRITA turut melibatkan unsur pemerintah daerah, instansi terkait, pemerintah kecamatan dan desa, serta kelompok masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan Program PANRITA yang memperkenalkan konsep, arah pengembangan, serta keterkaitan antar-subprogram. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan prosesi peluncuran program sebagai simbol penguatan kolaborasi dalam pengelolaan potensi Pulau Pannikiang.

Tidak hanya bersifat seremonial, peluncuran PANRITA juga dirangkaikan dengan *aksi penanaman mangrove, beach clean up, serta pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat Pulau Pannikiang* . Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian perusahaan pada pelestarian ekosistem pesisir yang juga menyentuh aspek kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Melalui kolaborasi lintas sektor, PLN Indonesia Power UBP Barru berharap PANRITA dapat berkembang menjadi model pemberdayaan masyarakat pesisir yang mampu mengintegrasikan konservasi keanekaragaman hayati, penguatan ekonomi lokal, serta pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

PANRITA bukan sekadar upaya menjaga kekayaan alam Pulau Pannikiang, tetapi juga langkah bersama untuk memastikan bahwa kelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,"* tutup Ahmad Burhani.

Dengan semangat kolaborasi dan keberlanjutan, Program PANRITA diharapkan menjadi salah satu kontribusi nyata PLN Indonesia Power dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Barru.(*) 
×
Berita Terbaru Update