JAKARTA-- Sinergi Pictures dan Ben Film resmi merilis trailer Seporsi Mie
Ayam Sebelum Mati, film drama garapan sutradara Kuntz Agus yang diadaptasi dari novel mega best seller karya Brian Khrisna. Peluncuran trailer ini berlangsung tepat satu bulan sebelum film tersebut tayang serentak di bioskop Indonesia pada 12 November 2026.
Melalui trailer yang dirilis, penonton dapat melihat sisi berbeda dari Benidictus Siregar. Komika yang selama ini dikenal lewat peran-peran pendukung dalam sejumlah film komedi tersebut kini menjalani debutnya sebagai pemeran utama dalam film drama. Ia memerankan Ale, pria
berusia 37 tahun yang, tepat pada hari ulang tahunnya, merasa kehilangan arah dan tak lagi memiliki alasan untuk melanjutkan hidup.
Di tengah situasi tersebut, Ale memiliki satu keinginan sederhana yaitu menikmati seporsi mie ayam favoritnya. Namun, rencana kecil itu tak berjalan sesuai harapan karena gerobak mie ayam langganannya tutup. Hal yang semula tampak sepele justru menjadi awal perjalanan Ale
bertemu dengan orang-orang asing dan mengalami berbagai peristiwa tak terduga.
Dari pertemuan-pertemuan itulah, Ale perlahan menemukan sudut pandang baru tentang kehidupan dan menyadari bahwa terkadang, alasan untuk terus melangkah dapat hadir melalui hal-hal
yang paling sederhana.
Menghidupkan karakter dengan pergulatan emosi yang kompleks seperti Ale tentu
membutuhkan pertimbangan khusus dalam pemilihan pemeran. Sejak proyek adaptasi novel ini diumumkan, pembaca ramai berspekulasi mengenai sosok yang akan memerankan Ale.
Nama Benidictus Siregar pun kerap muncul dalam kolom komentar akun Instagram resmi film. Namun, bagi tim produksi, keputusan memilih Beni tidak semata-mata didasarkan pada respons pembaca, melainkan juga pada kemampuannya membawakan karakter dengan lapisan emosi yang mendalam.
"Ale menuntut penjiwaan yang sangat dalam. Eskalasi emosinya berlapis, sehingga karakter ini perlu dimainkan oleh aktor yang punya kemampuan akting mumpuni. Setelah melalui proses casting, kami akhirnya menemukan pemeran Ale yang selama ini kami cari. Bagi kami, Beni
adalah orang paling tepat dari semua pilihan yang ada," ujar Philip Lesmana, Produser Sinergi Pictures.
Lebih dari sekadar perjalanan seorang pria yang tengah menghadapi titik terendah dalam hidupnya, Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati mengangkat tentang pencarian makna hidup dan
kebahagiaan melalui hal-hal kecil yang kerap luput dari perhatian. Film ini mengajak penonton melihat bahwa di tengah masa-masa sulit, satu hal sederhana dapat menjadi alasan untuk terus
melangkah.
Pertemuan dengan orang-orang baru dan kisah hidup yang mereka bagikan juga membuka kemungkinan bagi seseorang untuk menemukan perspektif berbeda, memahami dirinya sendiri, dan kembali melihat kehidupan dengan cara yang baru.
Semangat untuk mencoba kembali dan tidak menyerah juga hadir melalui lagu tema film ini,"Coba Lagi", yang dibawakan oleh Barsena Bestandhi.
Bersamaan dengan perilisan trailer,
musik video lagu tersebut turut diluncurkan pada Senin, 12 Oktober 2026. Musik video ini menggambarkan pertemuan Barsena dengan Ale dan karakter-karakter lain, selaras dengan pesan lagu yang mengajak pendengarnya untuk tetap membuka diri terhadap berbagai kemungkinan dalam hidup.
Pesan tersebut tergambar dalam lirik, "Hey kamu, jangan berhenti dulu. Masih banyak rasa dan warna yang bisa kau cerna untuk kau nikmati, sabarlah." Musik
video "Coba Lagi" dapat disaksikan melalui kanal resmi, sementara lagunya sudah tersedia di berbagai platform streaming digital.
Film ini turut melibatkan sejumlah nama berpengalaman di industri perfilman Indonesia. Nia Dinata bergabung sebagai ko-produser, sementara Alim Sudio menangani penulisan skenario.
Benidictus Siregar juga didukung oleh jajaran pemain, di antaranya Chicco Kurniawan, Teuku Rifnu Wikana, Tika Panggabean, Zulfa Maharani, Nita Gunawan, Jourdy Pranata, Pangeran
Lantang, dan Dewi Irawan, serta sejumlah pemain lainnya.
Dalam perjalanannya menuju layar lebar, Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Legacy Pictures, Nuon, AZ Films, Leo Pictures, Showtoken, dan Kalyana Shira Films.(Gbr)