-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Hotman Paris Ungkap Kebenaran Terkait Penguburan Beras Banpres di Depok

Kamis, 04 Agustus 2022 | Agustus 04, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-08-04T21:43:42Z

RADAR-JAKARTA -- Kuasa Hukum JNE, Hotman Paris Hutapea mengungkapkan kebenaran terkait Penguburan Beras Banpres di Depok yang sebenarnya beras tersebut sudah rusak dan telah diganti oleh JNE.

Hotman mengatakan tuduhan tersebut tidak benar adanya. Pasalnya, itu merupakan beras milik JNE yang sudah rusak. "JNE sudah jadi korban fitnahan. JNE tidak pernah menimbun beras. JNE membuang beras milik JNE yang sudah rusak dimasukkan ke dalam tanah. Kalau tujuannya menimbun untuk mendapatkan keuntungan masa ditumpahkan begitu," ujar Hotman Paris  selaku kuasa hukum perusahaan ekspedisi JNE, saat konferensi pers di sebuah Cafe di kawasan Jakarta Utara Kamis (04/08/2022).

" Dari 6.199 ton beras Banpres, sebanyak 3,4 ton beras yang rusak itu mulanya disimpan di gudang JNE selama 1,5 tahun. Namun, beras tersebut semakin rusak sehingga dibuang.  "Akhirnya ada ide dikubur supaya tidak disalah gunakan. Kebetulan ada lahan yang penjaganya setuju," kata Hotman.

Namun, ia menjelaskan bahwa orang yang mengaku pemilik tanah sekaligus orang yang memviralkan kejadian ini tidak memiliki kaitan dengan beras Banpres. "Yang membongkar ini adalah orang yang mengaku pemilik tanah tersebut yang tidak ada kaitan sama kita. Dan tidak ada kaitan sama beras ini kalau dia merasa memiliki hak atas tanah itu perkara perdata. Dialah yang ekspose ini, dialah yang karang cerita ini seolah-olah kita menyembunyikan beras banpres", ungkap Hotman

Beras banpres yang sengaja dikubur ukuran 5 kg, 20 kg, 25 kg. bernilai Rp.37 juta. Beras yang rusak telah di ganti oleh JNE dengan cara dipotong honor. Beras sebanyak 3 ,4 ton di kubur sedalam 3 meter. Beras masuk gudang Mei tahun 2020, dan dikubur November tahun 2021.

Rakyat tidak pernah menunggu karena setiap ada kerusakan langsung diganti oleh JNE Juni Tahun 2020 sudah selesai semua didistribusikan. Tidak ada niat untuk korupsi atau untuk memperoleh keuntungan. Beras Banpres didistribusikan di 11 kecamatan yang ada di Depok. Dengan total 247997 KPM ( Keluarga penerima manfaat).

"Tidak ada sembako lain yang di kubur hanya beras yang rusak dan tak layak konsumsi," pungkas Hotman.

Penulis: Indah
×
Berita Terbaru Update