-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Perempuan Mahardhika Mensupport Pekerja Disabilitas Agar Mendapat Kesetaraan Di Dunia Kerja

Senin, 12 September 2022 | September 12, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-09-13T05:12:48Z
JAKARTA -- Perempuan Mahardhika mensupport pekerja Penyandang Disabilitas agar mendapatkan kesetaraan di dunia kerja serta tidak mentoleransi semua bentuk kekerasan seksual. Untuk mengapresiasi perjuangan yang dilakukan para pekerja disabilitas dalam mendorong perspektif yang inklusif dalam dunia kerja. 

Perempuan  Mahardhika menyelenggarakan Diskusi Publik  mengangkat tema "Peran Multi-Stakeholder Dalam Mewujudkan Dunia Kerja Yang Inklusif Bagi Perempuan Disabilitas" yang dilaksanakan disebuah hotel di Jakarta, Selasa (13/09/2022).

Proses ketimpangan gender mengakibatkan perempuan di dunia kerja kerap kali mengalami diskriminasi karena gendernya, pekerja perempuan cenderung hanya dilihat dari produktivitas kerjanya saja, tanpa dipenuhi hak dasar atas kesehatan reproduksi, hak atas rasa aman, dan hak atas pekerjaan yang layak, pekerja perempuan semakin rentan ketika mereka juga bagian dari disabilitas.

Untuk mewujudkan tempat kerja yang menghargai dan menjamin terpenuhinya hak-hak pekerja perempuan disabilitas memerlukan sinergi bersama. Dengan itu, diskusi publik ini hadir untuk membangun ruang dialog berbagai pihak dalam pemenuhan dan perlindungan hak pekerja perempuan disabilitas.

Ketua Umum Perempuan Mahardhika, Mutiara Ika dalam sambutannya mengatakan,  "Kami ingin mengapresiasi perjuangan yang dilakukan teman- teman disabilitas dalam mendorong perspektif yang inklusif dalam dunia kerja ini, tentu saja itu bukan hal yang mudah untuk menghadirkan perspektif yang menghargai dan melihat tenaga kerja dari sudut pandang hak asasi manusia. Ditengah mereka produktivitas yang menjadi arus utama dalam dunia kerja. Bagi perempuan mahardhika, perjuangan tersebut juga mempertajam perspektif feminis yang selama ini menjadi alat analisa yang kami gunakan dalam melihat ketimpangan yang masih kuasa dan diskriminasi gender yang ada dalam sistem masyarakat saat ini.

"Tanpa kehadiran pihak pemerintah dan pengusaha maka konsep seminar sebagai ruang dialog untuk memperbincangkan dunia kerja yang inklusif tidak mungkin," ujarnya.

"Ruang - ruang dialog seperti ini sangat kita butuhkan untuk menghadirkan dunia kerja yang inklusif bagi semua dan terkhusus pada hari ini adalah bagi perempuan disabilitas," ungkapnya.

Wakil Ketua HWDI Bidang Advokasi dan Peningkatan Kesadaran, Rina Prasarani mengungkapkan, "Lowongan kerja saat ini sangat diskriminatif terhadap penyandang disabilitas. Faktor penghambat mereka karena tidak faham kondisi," ungkap Rina Prasarani.

Koord. Bidang Peraturan & Kerja Sama Ditjen PHI dan Jaminan Sosial Kementerian Ketenagakerjaan, Agatha Widianawati juga menambahkan, "Inklusif dari sisi pengawasan yakni tidak selalu didahului oleh tanggapan hukum tetapi lebih pada pembinaan, maka dari itu yang dilakukan adalah langkah untuk memulai pembinaan dan pengawasan. Itulah yang dinamakan daerah yang inklusif khusus untuk dilihat seberapa porsi bagi kawan-kawan disabilitas dalam dunia kerja.

Yang terpenting adalah tidak boleh ada pelarangan untuk seorang disabilitas dalam melamar pekerjaan. Satu fakta tidak boleh digeneralisasi untuk semua. Karena setiap warganegara berhak mendapat pekerjaan yang layak untuk keluarganya," tambahnya.

Kemudian Komite Regulasi dan Hubungan Kelembagaan APINDO, Susanto Haryono mengatakan APINDO mendukung penyandang disabilitas untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Semua orang memiliki akses yang sama sehingga perusahaan pun diharapkan mau menerima karyawan disabilitas.

Sumber: radar-barru.com
×
Berita Terbaru Update