RADAR-BARRU.COM,-,- Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri terang-terangan memerintahkan kader PDIP diseluruh Indonesia untuk mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam penutupan Kongres VI PDIP di Bali, Sabtu (2/8/2025), Megawati menegaskan PDIP tidak memosisikan sebagai oposisi pemerintah, melainkan sebagai partai penyeimbang.
Entah ada kaitannya atau tidak, instruksi ini muncul usai Presiden mengampuni atau memberi amnesti kepada mantan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto atas vonis 3,6 tahun penjara dalam kasus suap Harun Masiku.
Apakah dukungan Megawati ke Prabowo menjadi sinyalemen PDIP akan menjalin hubungan kerjasama lebih jauh. Benarkah PDIP akan bergabung ke pemerintahan Prabowo ataukah PDIP tetap berada diluar pemerintah.
Sempat mencuat isu santer PDIP berpeluang mendapatkan jatah kursi menteri di Kabinet Merah Putih usai pernyataan dukungan Mega ke Prabowo. Benarkah isu tersebut.
Menanggapi hal tersebut Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memastikan sampai saat ini belum ada pembicaraan untuk menyiapkan kursi Kabinet Merah Putih untuk PDIP.
“Ndak, ndak, belum ada pembicaraan,” kata Prasetyo saat ditemui di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/8/2025).
Menurut Prasetyo, sikap partai politik untuk mendukung pemerintah tidak mesti harus diakomodasi dengan adanya pembagian jatah kursi menteri di kabinet pemerintah.
“(Menjadi penyeimbang pemerintah) itu juga sesuatu yang baik, tidak ada salahnya. Memang pemerintah juga butuh check and balance, butuh masukan. Enggak ada masalah,” ujarnya.
Sebelumnya, Megawati menegaskan partainya tidak menjadi oposisi. Dia juga menegaskan PDIP tak ambil posisi sebagai partai koalisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“PDIP tidak memposisikan sebagai oposisi, dan juga tidak semata-mata membangun koalisi kekuasaan,” ujar Megawati saat berpidato di acara penutupan Kongres ke-VI PDI-P di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Sabtu (2/8/2025).
Presiden ke-5 RI ini menegaskan, PDIP merupakan partai ideologis dan berpihak pada rakyat. Dia berkata, PDIP akan menjadi penyeimbang pemerintah.
“Kita adalah partai ideologis, berdiri di atas kebenaran, berpihak pada rakyat, dan bersikap tegas sebagai partai penyeimbang,” ujar Megawati.
Megawati juga menyatakan, PDIP akan tetap mendukung kebijakan pemerintah selama kebijakan itu berpihak kepada rakyat. Partainya akan bersikap tegas dan mengkritik jika ada penyimpangan dari nilai-nilai Pancasila dan keadilan sosial yang dilakukan pemerintah.
“Kita akan mendukung setiap kebijakan pemerintah yang berpihak pada rakyat. Namun, kita juga akan bersuara lantang dan bertindak tegas terhadap setiap penyimpangan dari nilai-nilai Pancasila, keadilan sosial, dan amanat penderitaan, dan saya tambahkan, hukum yang berkeadilan,” ujar Megawati.
Dasco Bantah Kaitan Amnesti Hasto dengan Dukungan PDIP
Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menegaskan tidak ada kaitan antara perintah Ketua Umum PDIP Megawati mendukung pemerintahan Prabowo Subianto dengan amnesti Hasto Kristiyanto.
Pernyataan Dasco menanggapi soal perintah Megawati Soekarnoputri ke kadernya untuk ikut mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dia menyambut baik dukungan PDIP tersebut.
“Karena, walaupun kemudian saya menyimak juga di pidato Ibu Mega, mendukung itu kemudian bukan berarti tidak ada kritik yang membangun,” ujar Dasco di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/8/2025).
Menurut dia, pemerintahan Prabowo tetap membutuhkan kritikan dari partai politik. Hal ini penting agar pemerintahan dapat berjalan baik dan dapat mencapai tujuannya.
“Pemerintah itu bukan hanya membutuhkan (kritik) dari PDIP, tapi juga dari partai-partai koalisi, tentunya memberikan masukan-masukan apabila kemudian ada program-program pemerintah yang belum maksimal,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPR ini juga menegaskan bahwa tidak ada kaitan antara perintah Megawati mendukung pemerintah Prabowo dengan pemberian amnesti untuk Hasto Kristiyanto.
“Saya pikir tidak ada kaitannya. Karena memang jauh dari sebelum acara di Bali, dalam beberapa pertemuan, Ibu Mega sudah menyampaikan juga bahwa program-program yang baik tentunya akan didukung PDIP. Kemudian, PDIP juga akan memberikan saran dan masukan untuk beberapa hal yang mungkin belum pas,” kata Dasco. (tim)