RADAR-BARRU.COM---Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan akan membongkar dan memburu aktor dibalik aksi kerusuhan hingga pihak yang membiayai massa anarkis dalam unjuk rasa beberapa hari terakhir. Jenderal Listyo Sigit pun menegaskan bahwa polisi bakal terus mencari siapa pelaku yang membiayai kerusuhan yang terjadi beberapa hari belakangan ini.
Polisi akan mendalami bukti-bukti di lapangan untuk mencari dalang di balik kerusuhan tersebut.
“Kita akan menarik dari fakta yang kita dapat akan terus kita cari baik pelaku di lapangan, aktornya, siapa yang membiayai semua akan kita cari,” ujar Listyo Sigit saat ditemui di RS Polri, Jakarta Timur, Senin (1/9/2025).
Sigit mengatakan, polisi akan bergerak berdasarkan data yang didapat untuk menginvestigasi kerusuhan yang terjadi.
Wartawan bertanya perihal apakah Riza Chalid yang disebut-sebut pihak pemerintahan itu ada hubungannya dengan dinamika situasi keamanan pada pekan terakhir Agustus 2025 kemarin atau tidak.
“Ya tentunya Polri akan bergerak sesuai dengan bukti-bukti di lapangan,” ujar Sigit menanggapi.
Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa setiap kesimpulan akan diambil dari hasil olah TKP, rekaman, keterangan saksi, serta barang bukti yang dihimpun tim.
Penegak hukum berupaya mengurai peristiwa dari pelaku eksekutor di lokasi kejadian hingga dugaan penggerak dan pihak yang diduga menyediakan logistik maupun pendanaan.
Dia menambahkan, saat ini pihaknya memiliki misi untuk mengembalikan keamanan dan ketertiban masyarakat pasca kericuhan demonstrasi sesuai perintah Presiden Prabowo Subianto.
Dengan demikian, hal tersebut bisa mengembalikan kegiatan masyarakat sehingga roda perekonomian di Indonesia bisa kembali bergerak dan tumbuh.
“Tentunya akan menindaklanjuti apa yang menjadi perintah beliau, segera mengembalikan keamanan, mengembalikan situasi yang ada sehingga masyarakat bisa kembali melaksanakan kegiatannya, perekonomian bisa kembali tumbuh,” tegas Kapolri.
Listyo Sigit menyebut penangkapan terhadap sejumlah terduga perusuh telah berlangsung, sementara pendataan resmi masih disusun karena jumlahnya terus bertambah.
Berdasarkan data yang dihimpun polisi telah menangkap 3.195 orang terkait dengan aksi unjuk rasa periode 25-31 Agustus 2025. Mereka semua diperiksa untuk mengetahui sel jaringan siapa yang memerintah mereka.
Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan ribuan orang itu diamankan di seluruh Polda jajaran.
Dia merincikan, total ada 387 orang telah dipulangkan ke keluarganya. Kemudian, 55 orang telah ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan pemeriksaan sebelumnya. Sementara itu, sisanya sebanyak 2.753 orang masih dilakukan pemeriksaan.
“3.195 orang yang diamankan di 15 Polda di wilayah Indonesia,” ujarnya saat dihubungi, Senin (1/9/2025).
Presiden: Kerusuhan Bukan Spontan Tapi Diorganisir
Ditempat yang sama, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyebut rangkaian pembakaran, ledakan petasan dan penjarahan bukan aksi massa spontan, melainkan tindakan yang tampak terkoordinasi.
Presiden menegaskan negara memiliki kewajiban menjaga keteraturan, sehingga aparat akan memeriksa siapa pun yang dianggap bertanggung jawab berdasarkan indikasi yang telah dikantongi.
Khusus insiden di Makassar, kepala negara memandang pembakaran gedung DPRD tidak dapat dikategorikan sebagai penyampaian pendapat yang sah, melainkan tindakan yang mengarah pada serangan terhadap tatanan demokrasi.
Kepala negara menyatakan siap bertindak tegas melindungi masyarakat serta menghadapi jejaring yang selama ini disorot sebagai mafia yang merugikan kepentingan publik. (*)