MAKASSAR---Kunjungan kerja yang dilaksanakan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Parepare bersama Balai Pengelola Kereta Api Sulawesi Selatan pada Rabu, 3 Desember 2025, bertempat di Kantor Pertanahan Kabupaten Barru, menjadi momentum strategis dalam memperkuat koordinasi lintas sektor, khususnya dalam mendukung percepatan pengadaan tanah untuk pembangunan rel kereta api sebagai salah satu proyek strategis nasional di bidang transportasi.
Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Kantor Pertanahan Kabupaten Barru tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan dan pejabat teknis dari masing-masing instansi. Suasana diskusi berlangsung konstruktif dan penuh semangat kolaborasi, mencerminkan komitmen bersama untuk menyukseskan pembangunan infrastruktur perkeretaapian di wilayah Sulawesi Selatan. Fokus utama pembahasan diarahkan pada evaluasi target dan realisasi pengadaan tanah yang telah dan sedang berjalan, sekaligus merumuskan langkah-langkah percepatan ke depan.
Dalam pemaparan yang disampaikan oleh pihak-pihak terkait, dijelaskan progres capaian pengadaan tanah dari berbagai aspek, mulai dari kelengkapan administrasi, kesiapan teknis di lapangan, hingga dukungan pembiayaan serta pengelolaan aset negara. Sejumlah bidang tanah telah berhasil diselesaikan prosesnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sementara sebagian lainnya masih dalam tahapan verifikasi data, musyawarah dengan masyarakat, serta penyelesaian dokumen yuridis.
Selain memaparkan capaian, forum ini juga menjadi ruang untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi selama proses pengadaan tanah. Tantangan di lapangan yang dibahas antara lain terkait status kepemilikan tanah, perbedaan data fisik dan yuridis, dinamika sosial di masyarakat, serta keterbatasan waktu dalam memenuhi target yang telah ditetapkan. Seluruh kendala tersebut dibahas secara terbuka untuk dicarikan solusi yang tepat, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, kepastian hukum, serta perlindungan terhadap hak-hak masyarakat.
KPKNL Parepare dalam perannya turut memberikan masukan terkait pengelolaan aset negara pasca pengadaan tanah, termasuk mekanisme pencatatan, penilaian, dan pemanfaatan aset agar dapat memberi nilai tambah bagi negara. Sementara itu, Balai Pengelola Kereta Api Sulawesi Selatan memaparkan kebutuhan teknis trase rel, tahapan pembangunan, serta urgensi percepatan pengadaan tanah agar tidak menghambat jadwal konstruksi yang telah direncanakan.
Pihak Kantor Pertanahan Kabupaten Barru menyampaikan komitmennya untuk terus memberikan dukungan maksimal melalui pelayanan pertanahan yang profesional, cepat, dan sesuai regulasi. Sinergi antara instansi pertanahan, pengelola aset negara, dan pengelola perkeretaapian dinilai sebagai kunci keberhasilan dalam menyukseskan proyek strategis tersebut, khususnya dalam memastikan seluruh tahapan pengadaan tanah berjalan tertib, transparan, dan akuntabel.
Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin solid, komunikasi yang lebih efektif, serta kesamaan persepsi dalam setiap tahapan pelaksanaan pengadaan tanah. Koordinasi lintas sektor yang kuat menjadi modal utama dalam mengantisipasi potensi hambatan sekaligus mempercepat penyelesaian di lapangan tanpa mengabaikan aspek hukum dan kepentingan masyarakat.
Pembangunan rel kereta api sebagai salah satu proyek strategis nasional diharapkan mampu meningkatkan konektivitas wilayah, memperlancar arus logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan dukungan pengadaan tanah yang tertib dan tepat waktu, proyek ini diharapkan dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Barru dan sekitarnya. Kunjungan kerja ini pun menjadi wujud nyata komitmen bersama untuk terus bersinergi demi pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan berpihak pada kepentingan publik.(*)