JAKARTA-- Persaingan film Lebaran tahun ini diprediksi berlangsung ketat dengan hadirnya berbagai genre. ‘Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa’ memilih tampil berbeda dengan horor berbalut aksi dijadwalkan sebagai tayang pada 18 Maret 2026.
Film ini berkisah tentang Suzzanna (Luna Maya) yang dicintai oleh Bisman (Clift Sangra), penguasa desa yang kejam. Namun, karena haus kekuasaan, Bisman menyantet ayah Suzzanna hingga tewas.
Dendam atas kematian sang ayah mendorong Suzzanna mempelajari ilmu Santet. Ketika balas dendam, Suzzanna menyadari kekuatan Bisman jauh lebih besar dari yang ia duga.
Di tengah perjalanan, ia jatuh cinta pada Pramuja (Reza Rahadian), pria taat agama yang tak mengetahui rahasianya. Suzzanna dihadapkan pada pilihan: meneruskan dendam, atau mempertaruhkan segalanya demi cinta!
“Film Santet berbicara tentang cinta, dendam dan kemanusiaan,” kata Reza Rahadian pada press conference film Suzzanna: Santet, Dosa Di Atas Dosa di Jakarta, Sabtu (14/3) sore.
Reza Rahardian mengaku tertarik pada isu perlawanan (resist) terhadap kekuasaan sewenang-wenang dalam cerita baru yang ditawarkan film ini, meskipun tetap tidak meninggalkan aspek utama cerita.
Selain itu, konsistensi cerita dan skala produksi yang besar menjadi alasan utama Reza kembali bekerja sama dengan Soraya Intercine Films.
Soraya Intercine Films menghadirkan film Suzzanna ke-3 bertajuk “Suzzanna: Santet, Dosa Di Atas Dosa” yang membalikkan sisi sang legenda ratu horor Suzzanna Martha Frederika van Osch sebagai manusia, bukan hantu yang bernama Suketi.
Reza Rahadian memberikan apresiasi tinggi kepada rumah produksi tersebut karena memilih pendekatan itu lewat judul film terbarunya. Reza menilai pendekatan asli mendiang Suzzanna tercermin dari judul yang dipilih oleh rumah produksi (production house) dalam melestarikan Suzzanna sebagai kekayaan intelektual (intellectual property) film Indonesia.
Reza melihat cerita Suzzanna dikembangkan dengan visi karakter manusia yang sedang terluka (wounded). Visi itu dipenuhi oleh sutradara Azhar Kinoi Lubis saat melakukan diskusi mendalam bersama para pemeran utama.
Kinoi memberikan ruang bagi para pemain untuk memberikan masukan kreatif (input) agar setiap adegan terasa lebih hidup.Aktris Luna Maya juga menyatakan karakter Suzzanna kali ini tampil sebagai manusia seutuhnya dari awal hingga akhir film.
Peran kali ini berbeda dari keterlibatan Luna dalam “Suzzanna: Bernapas dalam Kubur” (2018) dan “Suzzanna: Malam Jumat Kliwon” (2023).Dalam film terbarunya, ia tidak ditampilkan sebagai sosok hantu (sundel bolong).
Produser Sunil Soraya menyebut film ini cocok untuk tontonan ramai-ramai saat Lebaran. Momen libur panjang dinilai ideal untuk menikmati film berskala besar di bioskop.
“Karena ini film cocok untuk ditonton ramai-ramai, karena lebaran itu waktu liburan. Kita kasih nilai hiburan yang besar, pesan moral juga ada, yang terpenting adalah pesan moral itu,” ujar Sunil Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa diperani Luna Maya sebagai Suzzanna,Reza Rahadian sebagai Pramuja, Clift Sangra sebagai Bisman serta Iwa K , Restu Triandy dan Adi Bing Slamet.
Film ini disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis dan diproduksi oleh Soraya Intercine Films. Dengan anggaran besar dan jajaran bintang berkaliber, film ini diharapkan dapat melanjutkan kesuksesan film horor Suzzanna. (Gbr)