MAKASSAR — Setelah mempertimbangkan berbagai masukan, terutama terkait aspek kenyamanan, keamanan, dan kapasitas parkir, panitia akhirnya menetapkan Hall Lantai 2 Graha Pena Fajar, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, sebagai lokasi pelaksanaan Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 2 Juni 2026.
Keputusan tersebut disampaikan Juru Bicara Konferprov PWI Sulsel, Muhammad Arafah, kepada wartawan, Senin malam (25/5/2026).
“Kami sudah berkoordinasi dengan Plt Ketua PWI Sulsel, Zulkifli Gani Ottoh, dan beliau membenarkan penetapan lokasi tersebut,” ujar Arafah.
Sebelumnya, panitia Konferprov PWI Sulsel telah melakukan audiensi dengan Gubernur Sulawesi Selatan untuk meminta fasilitasi gedung pelaksanaan konferensi. Dari hasil audiensi tersebut, Pemprov Sulsel merekomendasikan dua lokasi, yakni Aula Jusuf Kalla di Kantor Dinas Pendidikan Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, serta Gedung Mulo di Jalan Jenderal Sudirman.
Namun, setelah dilakukan peninjauan bersama Kepala Dinas Kominfo Sulsel, kedua lokasi tersebut dinilai kurang memadai untuk menampung sekitar 400 undangan yang terdiri dari 300 peserta penuh dan 100 peninjau.
“Selain kapasitas yang terbatas, ruang videotron dan area parkir juga kurang memadai. Panitia juga membutuhkan ruangan khusus yang aman, terutama saat proses verifikasi surat mandat peserta,” kata Zulkifli Gani Ottoh.
Ia menambahkan, panitia juga sangat berhati-hati dalam menggunakan fasilitas pemerintah daerah, terlebih pelaksanaan konferensi bertepatan dengan hari kerja aparatur sipil negara.
“Panitia ingin menjaga keamanan aset Pemprov Sulsel karena tanggal 2 Juni masih merupakan hari aktif perkantoran,” jelasnya.
Zulkifli mengungkapkan, panitia sebenarnya berharap konferensi dapat digelar di hotel yang memiliki saham Pemerintah Provinsi Sulsel. Namun, usulan tersebut belum dapat direalisasikan, sementara waktu pelaksanaan konferensi sudah semakin dekat.
“Mungkin Gubernur Sulsel ingin mendidik dan mengajak PWI Sulsel agar lebih mandiri. Karena itu, panitia akhirnya memutuskan untuk mandiri dan menetapkan Graha Pena Fajar sebagai lokasi konferensi,” tuturnya.
Setelah penetapan lokasi dilakukan pada Senin (25/5/2026), panitia langsung bergerak cepat mengurus perizinan ke pihak kepolisian serta menyiapkan berbagai kebutuhan teknis konferensi, termasuk pencetakan spanduk, ID card peserta penuh pemegang KTA Biasa, dan kartu peninjau bagi pemegang KTA Muda. (*)