JAKARTA-- Program Next Step Studio Indonesia resmi diperkenalkan sebagai bagian dari La Semaine de la Critique Film Festival di Prancis. Program tersebut menghadirkan empat film pendek hasil kolaborasi sineas Indonesia dan Asia Tenggara. Kehadirannya disebut menjadi langkah baru dalam memperkuat diplomasi budaya Indonesia melalui dunia perfilman, Selasa (5/5/2026).
Program Next Step Studio Indonesia sendiri merupakan kolaborasi antara La Semaine de la Critique dan KawanKawan Media. Yulia Evina Bhara dan Amerta Kusuma dipercaya menjadi produser dalam proyek internasional tersebut.
Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan mengapresiasi kehadiran Next Step Studio Indonesia. Inisiatif ini diharapkan memperkuat diplomasi budaya antara Indonesia dan Prancis sekaligus membuktikan bahwa kualitas film nasional telah mampu berbicara di level universal.
“Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk terus mendukung program yang memberi ruang bagi generasi baru pembuat film,” ujar Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan, Irini Dewi Wanti di Institut Français Indonesia, Jakarta, Selasa (5/52026).
Menurut Irini, kehadiran next step studio Indonesia menegaskan posisi Indonesia sebagai bagian penting dari ekosistem cinema global yang dinamis kreatif dan berpengaruh.
“Dalam hal ini kami menyampaikan selamat tentunya kepada studio dan juga kepada teman-teman semua para sineas dan saya mengucapkan tentunya semoga perjalanan kita untuk hadir di kans festival film internasional nantinya berjalan lancar sukses dan membahagiakan semua pihak,” jelas Irini.
Sementara itu Ketua Badan Perfilman Indonesia, Fauzan Zidni, menilai makna kehadiran karya Indonesia di panggung internasional. Menurutnya, ini bukan sekadar representasi, melainkan bukti bahwa karya anak bangsa mampu menembus batas global.
“Kehadiran ini bukan sekadar representasi, melainkan konfirmasi bahwa karya anak bangsa telah melampaui batas-batas geografi. Serta bahkan berbicara dalam bahasa sinema yang universal,” ujarnya.
Ia menilai kehadiran sinema Indonesia di panggung tersebut membuka ruang dialog yang lebih luas. Tidak hanya sebatas pemutaran film, tetapi juga peluang kolaborasi jangka panjang.
Dukungan juga datang dari Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia dan Institut Français Indonesia.Kolaborasi budaya antara Indonesia dan Prancis disebut semakin berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Melalui konsep 4 short films, 8 filmmakers, limitless collaborations, program ini diharapkan melahirkan perspektif baru di perfilman Asia Tenggara. Kehadirannya juga menjadi bukti bahwa sinema Indonesia kini semakin diperhitungkan di panggung dunia.(Gbr)