-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Aksi Heroik Pegawai KUA Tanete Rilau: Gerak Cepat Tolong dan ‘Majjappi’ Korban Kecelakaan

Rabu, 17 Juni 2026 | Juni 17, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-17T15:06:39Z

TANETE RILAU — Sebuah aksi terpuji dan sarat nilai kemanusiaan terjadi di jalan poros Tanete Rilau Rabu 17 Juni 2026.

Rahmat Setiawan Seorang Penyuluh Agama Islam yang bertugas di KUA Tanete Rilau, mendadak viral dan menuai pujian luas dari masyarakat setelah dengan sigap menyelamatkan seorang korban kecelakaan lalu lintas, sekaligus menenangkannya menggunakan tradisi lokal, Majjappi.

​Peristiwa ini bermula ketika jalanan yang cukup padat dikejutkan oleh benturan keras akibat kecelakaan kendaraan bermotor. Di tengah kepanikan warga sekitar yang ragu untuk bertindak, sang penyuluh yang kebetulan kejadian didepan KUA tanpa pikir panjang lansung berlari keluar. 

​Bukan Sekadar Menolong, Tapi Juga Menyembuhkan Trauma
​Dengan sigap, ia bersama beberapa warga mengevakuasi korban ke pinggir jalan yang lebih aman dan memastikan luka fisik korban segera mendapat penanganan pertama. Namun, aksi sang penyuluh tidak berhenti di situ.
​Melihat korban yang mengalami syok berat, gemetar, dan tampak histeris, ia langsung mengambil inisiatif spiritual dan budaya yang menyentuh hati: Majjappi.

​Majjappi adalah tradisi lisan turun-temurun dalam budaya Bugis/Makassar, di mana seseorang membacakan doa-doa keselamatan, selawat, atau mantra penolak bala sambil mengusap kepala atau bagian tubuh korban dengan lembut untuk mengembalikan semangat (makkuraga) yang sempat "hilang" karena trauma.

​Di bawah rintihan dan riuh jalanan, sang penyuluh dengan tenang membisikkan doa, mengusap dahi korban, dan memberikan sugesti positif agar korban kembali tenang. Ajaib, perlahan napas korban yang semula memburu mulai teratur, dan tangis histerisnya pun mereda sebelum akhirnya diantar ke Puskesmas untuk penanganan medis lebih lanjut.


​Aksi heroik ini membuktikan bahwa peran seorang penyuluh tidak hanya terbatas di atas mimbar atau dalam ruang-ruang penyuluhan formal. Mereka adalah garda terdepan yang responsif terhadap realitas sosial dan kemanusiaan di sekitarnya.

Kami sangat bangga. Ini adalah bukti nyata bahwa penyuluh agama adalah pengabdi masyarakat yang sesungguhnya. Mereka hadir dengan ilmu, hati, dan tindakan nyata saat masyarakat membutuhkan," ujar salah seorang warga yang menyaksikan kejadian tersebut.

​Aksi spontan ini menjadi pengingat indahnya kepedulian sesama di jalan raya. Di era modern ini, perpaduan antara ketangkasan menolong dan sentuhan kearifan lokal seperti Majjappi terbukti mampu menjadi obat penenang terbaik di tengah situasi darurat.
​Semoga aksi terpuji Penyuluh Tanete Rilau ini menginspirasi kita semua untuk selalu siap mengulurkan tangan bagi sesama.(*) 
×
Berita Terbaru Update