-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

BPS Barru: Tingkat Kemiskinan Barru Menurun

Rabu, 11 Januari 2023 | Januari 11, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2023-01-12T03:32:35Z

RADAR-BARRU.COM--Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Barru merilis angka kemiskinan Kabupaten Barru tahun 2022 sebesar 8,40 persen. Capaian ini mengalami penurunan 0,28 poin dari tahun 2021 yang mencapai 8,68 persen. Tingkat kemiskinan Barru berada di bawah rata-rata Provinsi Sulsel sebesar 8,63 persen.

Penurunan tingkat kemiskinan cukup dipengaruhi oleh mulai membaiknya perekonomian yang tercermin dari angka pertumbuhan ekonomi. Angka kemiskinan dihitung melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Periode Maret 2022.
Jumlah penduduk miskin Barru pada tahun 2022 mencapai 14, 73 ribu jiwa, turun tipis dari tahun sebelumnya yang berjumlah 15,18 ribu jiwa. 

Tingkat penurunan ini merupakan kerja keras dari pemerintah daerah. Walaupun masih menjadi pekerjaan rumah terkait target dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yakni menghapus kemiskinan di manapun dalam bentuk apapun pada tahun 2030.

Data BPS menyebutkan bahwa Indeks keparahan kemiskinan Barru sebesar 0,98, sedangkan indeks kedalaman kemiskinan mencapai 0,15 dengan garis kemiskinan sekitar Rp. 368, 15 ribu. Data BPS juga menyebutkan terdapat 44,94 persen rumah tangga miskin yang menjadi penerima BPNT/Program Sembako di Kabupaten Barru pada tahun 2022.

Munculnya pandemi covid 19 memberi dampak besar terhadap perekonomian global, tak terkecuali ekonomi Barru yang sempat mengalami perlambatan pada 2020 lalu. Laju pertumbuhan ekonomi Barru pada tahun 2020 melambat menjadi 0,87 persen dari tahun tahun sebelumnya yang mencapai 7,41 persen. Pada tahun 2021, ekonomi Barru sudah memperlihatkan sinyal perbaikan dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,77 persen. 

Perbaikan perekonomian tersebut turut memberi dampak pada pengurangan jumlah penduduk miskin, walaupun penurunannya cukup tipis. Ini masih menjadi prioritas pemerintah dengan melaksanakan program kebijakan yang terkait dengan penurunan kemiskinan. Pengentasan kemiskinan memang pekerjaan yang menuntut kerja sama dari berbagai pihak. Tidak hanya mengandalkan pemerintah daerah semata.

Jika dilihat dari sektor lapangan usaha, sebanyak 30,27 persen penduduk miskin Barru bekerja di sektor pertanian. 

Sementara pada pembagian sektor formal dan informal,sebanyak 35, 77 persen penduduk miskin barru bekerja di sektor informal, dan hanya 6,15 persen yang bekerja di sektor formal. Terkait hal tersebut, peningkatan penduduk miskin yang bekerja di sektor formal harus menjadi salah satu prioritas perencanaan pembangunan daerah. 

Peningkatan jumlah pekerja penduduk miskin di sektor formal diharapkan mampu mendongkrak pendapatan mereka, yang pada ujungnya menjadi salah satu upaya dalam pengentasan kemiskinan di Barru. Ini tidak lepas dari peran pemerintah dan pihak swasta untuk menciptakan lapangan kerja sehingga mampu menyerap tenaga kerja yang lebih besar. 

Penyerapan tenaga kerja yang jauh lebih tinggi setiap tahunnya diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran terbuka yang masih sebesar 5,32 persen pada tahun 2022. Angka tersebut turun 1,42 persen dari tahun 2021 di kisaran 6,74 persen.

Perbaikan kinerja perekonomian Barru pada masa mendatang diharapkan berpengaruh terhadap pengurangan jumlah pengangguran, serta pengentasan kemiskinan yang cukup signifikan. Peluang Kabupaten Barru sebagai wilayah penyangga Ibukota Negara yang baru harus dimaksimalkan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat Barru. 

Penulis : M. Aliem, S.Si, M. Si (Statistisi Muda di BPS Kabupaten Barru)
×
Berita Terbaru Update