RADAR-BARRU.COM--Peringatan Hari Gizi Nasional, yang jatuh setiap tanggal 25 Januari, merupakan momentum mengingatkan pentingnya gizi bagi pertumbuhan dan kesehatan anak. Tahun 2023 ini merupakan Hari Gizi Nasional yang ke-63 tahun. Harapannya, dengan peringatan ini masyarakat akan mengingat lagi pentingnya pemenuhan gizi yang seimbang.
Dalam rangka peringatan Hari Gizi Nasional itu, Bunda Pustaka SD Negeri Borong mengadakan penyuluhan kesehatan dengan tema "Pentingnya Mengkonsumsi Makanan Sehat dan Bergizi bagi Siswa". Dalam kegiatan ini, Bunda Pustaka menggandeng Puskesmas Batua sebagai mitra dan narasumber.
Acara yang diselenggarakan di Perpustakaan Gerbang Ilmu SD Negeri Borong, pada Rabu, 25 Januari 2023 ini, menghadirkan orang tua murid perwakilan setiap kelas. Dra.Hj.Hendriati Sabir M.Pd sebagai Kepala Sekolah UPT SPF SD Negeri Borong sangat mengapresiasi kegiatan ini.
"Saya berterima kasih kepada Bunda Pustaka yang telah membantu sekolah mengadakan kegiatan ini," kata Bu Indri, begitu biasa dia disapa.
Turut hadir juga Kepala Perpustakaan Gerbang Ilmu UPT SPF SD Negeri Borong Makassar, Saparuddin Numa S.I.P.
Orangtua yang hadir mengaku kegiatan ini bermanfaat untuknya. Herlina Muallim atau akrab disapa Ummi Nadia, mengatakan bahwa penyuluhan kesehatan ini sangat bermanfaat baginya. Katanya, ada bebrerapa hal yang tadinya terabaikan, dia diingatkan lagi oleh pemateri. Misalnya, tentang pentingnya menjaga keseimbangan gizi, terlebih lagi untuk anak-anak kita.
Koordinator Divisi Jejaring dan Publikasi Bunda Pustaka, yang juga bertindak sebagai moderator dalam kegiatan ini, menyampaikan bahwa pemateri dan rombongan yang datang, memang pakar di bidang gizi. Hal itu yang membuat para audience sangat antusias saat sesi tanya jawab dibuka.
Ibu Rany Kusumawaty, SKM, Nutrisionis (petugas gizi) sekaligus Kasubag Tata Usaha Puskesmas Batua sebagai narasumber dalam kegiatan ini mengatakan bahwa istilah 4 sehat 5 sempurna sekarang ini sudah tidak digunakan lagi. Sudah diganti menjadi Gizi Seimbang.
Dia juga menghimbau kepada orang tua siswa agar sebisa mungkin membawakan bekal yang sehat untuk anak. Lemak, minyak, garam dan gula dibatasi. Begitu juga dengan penggunaan MSG kalau bisa dihilangkan diganti dengan rempah-rempah alami seperti perbanyak menggunakan bawang merah dan bawang putih.
Orang tua siswa yang hadir, terlihat sangat antusias mendengarkan pemaparan dari narasumber. Begitupun dengan pegawai kantin yang turut hadir dalam kegiatan ini. Narasumber sedikit memberikan arahan tentang kantin sehat sekolah, bahwa sebaiknya kantin sehat tidak menjual makanan yang mengandung minyak, minuman yang terlalu manis, dan makanan kemasan yang mengandung bahan pengawet.
Sebelum meninggalkan lokasi, pihak dari Puskesmas Batua mengatakan bahwa kalau bisa sering-sering mengadakan kegiatan seperti ini. Banyak hal-hal sepele yang sering kita abaikan tapi berdampak sangat buruk bagi kesehatan terutama untuk anak-anak kita. (*)