MAKASSAR--Kampung Berseri Astra (KBA) Kanreapia di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, jadi Kampung Iklim sejak tahun 2020. Saat itu, kategorinya sebagai Kampung Iklim Utama, baru pertama kali diverifikasi dan langsung mendapatkan tropy utama. Hal itu disampaikan Jamaluddin, Founder Rumah Koran, melalui pesan WhatsApp, Rabu, 12 Maret 2023.
Penerima Penghargaan Kampung Iklim Lestari dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) itu melanjutkan, selang dua tahun, KBA Kanreapia naik tingkat menjadi Kampung Iklim Lestari, yang merupakan kategori tertinggi pada Kampung Iklim oleh KLHK. KBA Kanreapia, kata Jamaluddin, merupakan satu-satunya di Kabupaten Gowa yang berstatus Proklim Lestari.
Kategori Program Kampung Iklim terdiri dari Pratama, Madya, Utama dan Lestari, Kategori proklim ditetapkan berdasarkan nilai akhir Proklim, yang merupakan hasil perhitungan nilai komponen kegiatan adaptasi, mitigasi dan dukungan berkelanjutan.
Jamal, begitu dia akrab disapa, menambahkan bahwa manfaat Proklim, yakni mampu mendapatkan pengakuan secara nasional, terhadap partisipasi aktif masyarakat yang telah melaksanakan upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang terintegrasi. Sehingga, tambahnya, dapat mendukung target penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) nasional dan meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim. Proklim juga mampu menyatukan berbagai pemangku kebijakan, pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, komunitas maupun masyarakat dalam menerapkan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.
Penggiat literasi yang aktif melakukan gerakan sedekah sayur itu memaparkan sejumlah manfaat yang bisa dipetik dari Program Kampung Iklim. Yakni, meningkatnya ketahanan masyarakat dalam menghadapi variasi perubahan iklim dan dampak perubahan iklim. Dapat mengukur potensi dan kontribusi pengurangan emisi GRK suatu lokasi terhadap pencapaian target penurunan emisi GRK nasional.
Manfaat lain, berupa tersedianya data kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim serta potensi pengembangannya di tingkat lokal yang dapat menjadi bahan masukan dalam perumusan kebijakan, strategi dan program terkait perubahan iklim. Juga tersosialisasinya kesadaran dan gaya hidup rendah karbon, terwujudnya kegiatan-kegiatan penghijauan yang ramah lingkungan. Di samping meningkatnya kemampuan masyarakat di tingkat lokal untuk mengadopsi teknologi rendah karbon.
Tujuan Program Kampung Iklim ini, katanya, memang dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman mengenai perubahan iklim dan dampak yang ditimbulkannya. Sehingga seluruh pihak terdorong untuk melaksanakan aksi nyata yang dapat memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi perubahan iklim. Juga memberikan kontribusi terhadap upaya pengurangan emisi GRK.
Hal lain yang diharapkan dapat tercapai melalui pelaksanaan ProKlim adalah menumbuhkan kemandirian masyarakat dalam melaksanakan adaptasi perubahan iklim, termasuk menjaga nilai-nilai kearifan tradisional atau lokal yang dapat mendukung upaya penanganan perubahan iklim.
Itulah manfaat dan tujuan Program Kampung Iklim. KBA Kanreapia, imbuh Jamal, akan terus menyebarluaskan seruan kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, menuju Alam Yang Lestari. Karena itu sudah menjadi komitmennya sebagai penggiat literasi dan aktivis lingkungan. (*)