FOTO: Ketua Komppas H.Umar Mustani Zul, SE dan Anggota Partai Demokrat Saat Menyerahkan Tanda Tangan Pedangan Pasar Pekkae.
RADAR-BARRU.COM– Ratusan pedagang pasar pekkae menolak adanya wacana pasar malam yang akan diadakan di sekitar pasar pakkae.
Seluruh pedagang tersebut menyatakan menolak jika Pasar Malam diadakan di wilayah Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Sulsel.
Ketua Komunitas Pedangan Pasar Pekkae (Komppas) H.Umar Mustari Zul SE, yang ditemui Kamis (19/10/2023) mengatakan Alasannya, banyak faktor yang menjadi kendala jika pasar malam, seperti kurangnya pembeli di siang hari di pasar, selain itu adanya kewajiban retribusi dan pajak yang harus dibayar.
Menurutnya, semua pedagang sepakat menolak dan sangat keberatan jika pasar malam diadakan bahkan ada 323 pedangan bertanda tangan dan diserahkan kepada anggota DPRD Barru Partai Demokrat H. Syahrullah Dapil 5 tadi pagi.
Sebab, saat ini kondisi cuaca sangat panas otomatis pembeli suka malam hari, jadinya Pedangan pasar pekkae merugi karena pembeli kurang karena sudah ada pasar malam.
Selain itu dikhawatirkan pasar akan mati. Padahal, sudah dua tahun terakhir pedagang kecil sangat terdampak Pandemi Covid-19. Sehingga, para Pedangan pasar pekkae ini justru menjadi andalan mencari rezeki sebagai momentum tahun ini atau siang hari.
"Pihaknya mengaku, sudah sampaikan kepada pemerintah terkait adanya penolakan para Pedangan pasar pekkae jika ada wacanan pasar malam." ucap H.Umar Mustari Zul SE.
Anggota DPRD Barru H.Syahrullah yang di konfirmasi melalui telepon, membenarkan telah menerima aspirasi Ketua Komppas H.Umar Mustari, akan jadwalkan bamus dan melakukan RDP bersama pihak terkait.
Tim: redaksi