RADAR-BARRU.COM--Timses Capres Nomor Urut 1 Anies Baswedan yang tergabung di Timnas AMIN boleh saja menggulirkan wacana membuka komunikasi penjajakan koalisi dengan Capres Nomor Urut 3 Ganjar Pranowo jika nanti harus masuk putaran kedua Pilpres 2024. Namun kode gimmick politik sebaliknya, justru dipertontonkan Partai Nasdem melalui media sosial.
Bendahara Umum DPP Partai NasDem Ahmad Sahroni mendadak memamerkan foto saat makan bersama Cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka. Keduanya terlihat kompak duduk berdua dalam satu meja.
Foto Sahroni-Gibran makan bareng terekam dalam unggahan di Instagram pribadinya @ahmadsahroni88, Kamis (18/1/2024), sepertinya dikutif Editor.id.
Terlihat keduanya menyantap hidangan dalam meja yang sama. Sahroni membubuhkan keterangan berbau menyindir bahwa dirinya yang merupakan “Presiden Mimpi” sedang bersama cawapres asli.
Berikut Caption Foto Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni dengan Cawapres Gibran Rakabuming Raka:
#Presiden Mimpi sm Cawapres beneran @gibran_rakabuming
“Semoga gue beneran jadi Presiden RI entah kejadian entah enggak. Judulnya gue mimpi saja sekarang,… Aamiiin aminnn yra….” tulis Sahroni.
Unggahan tersebut kemudian memunculkan penafsiran politik di kalangan tertentu jika Partai NasDem lebih condong berhaluan arah politik, mendukung kubu Prabowo-Gibran pada Pilpres putaran kedua nanti.
Sebenarnya sinyal Partai NasDem kurang sreg berkoalisi dengan PDIP, sudah bisa dibaca ketika dalam beberapa kesempatan elit partai besutan Surya Paloh ini selalu berbeda pandangan dengan sejumlah tokoh di Timnas AMIN soal wacana untuk membuka komunikasi dengan kubu Ganjar-Mahfud MD jika Pilpres harus berlangsung dua putaran.
Partai NasDem selalu menyuarakan penolakan dan tidak merestui terhadap munculnya gagasan berkoalisi dengan PDIP. Elit Partai NasDem berdalih Pilpres Putaran Pertama saja belum bertarung tapi sudah membahas koalisi putaran kedua.
Apakah ini sebagai isyarat dan pertanda bahwa Partai NasDem lebih sreg dan memiliki chemistry kuat merapat ke kubu Prabowo-Gibran ketimbang ke PDIP atau Ganjar-Mahfud.
Sehingga Potret Sahroni sedang makan bersama Gibran pun memunculkan spekulasi liar yang bisa ditafsirkan kemana arah politik Partai NasDem di putaran kedua, yakni kemungkinan lebih cenderung mendukung koalisi Prabowo-Gibran.
Saat dikonfirmasi, Sahroni mengatakan foto tersebut sudah diambil sejak lama. “Sudah lama itu 2021 di rumah dinas Walikota Gibran,” kata Sahroni sebagaimana dilansir dari CNNIndonesia.com, Kamis (18/1/2024).
Adapun saat ini NasDem bersama PKS dan PKB tergabung dalam koalisi perubahan dan mendukung paslon nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.
Sementara Gibran merupakan paslon nomor urut 2 dengan capres Prabowo Subianto. Mereka didukung oleh Gerindra, Golkar, PAN, Demokrat, PBB, Gelora, dan PSI.
TKN Ungkap Jalin Komunikasi dengan Parpol Kubu Sebelah Antisipasi Pilpres Dua Putaran
Jika kode tersebut benar adanya, tentunya hal ini sangat selaras dengan klaim dari Tim Kampanye Nasional atau TKN Prabowo-Gibran yang mengklaim kubu Prabowo-Gibran telah membuka ruang komunikasi dengan partai lain soal kemungkinan Pemilu 2024 berlangsung dua putaran.
Hal itu dikatakan Wakil Ketua TKN, Juri Ardiantoro. Namun, saat ditanya lebih lanjut, Juri mengatakan hal itu menjadi rahasia internal yang hanya dapat dikonsumsi sesama internal saja.
“Ada tapi tidak untuk konsumsi publik,” kata Juri kepada awak media di Rumah Dinas Prabowo di Jalan Kertanegara 4 pada Ahad, 14 Januari 2024 silam.
Namun, Juri mengatakan, terbangunnya komunikasi dengan partai lain bukan menjadi prinsip utama. Ia mengatakan TKN Prabowo-Gibran terbuka kepada semua pihak.
“Pada prinsipnya 02 itu terbuka pada semua pihak ya, tapi konsen sekarang memang kita sedang sama-sama mencari dukungan seluas-luasnya kepada masyarakat. Jadi Pak Prabowo selalu menyampaikan pesan, ya kita hormati masing-masing saja, kita tampilkan masing-masing secara baik di hadapan masyarakat nanti masyarakat yang akan menentukan,” kata Juri
Saat ditanya juga mengenai kemungkinan pasangan calon presiden nomor urut satu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan pasangan nomor urut tiga Ganjar Pranowo-Mahfud Md melebur dalam putaran kedua, Juri mengatakan hal tersebut sah-sah saja dan hak dalam Pemilihan Presiden (Pilpres).
“Ya terhadap perkembangan Pilpres, dimana berkembang berita tentang komunikasi antar pendukung calon atau tim sukses calon nomor 1 nomor 3, ya itu bagian dari hak mereka dan sah-sah saja dalam Pilpres ini. Tapi kami yakin bahwa manuver para elite politik ini tidak selalu mencerminkan apa yang menjadi pilihan atau aspirasi masyarakat pada umumnya,” kata Juri.
Meskipun elite politik para pengusung dua pasang calon Ganjar-Mahfud dan Anies-Muhaimin melebur menjadi satu untuk menghadapi Prabowo pada putaran kedua, Juri yakin dukungan di arus bawah akan semakin kuat.
“Jadi meskipun di elite mungkin membangun komunikasi, membangun kerja sama untuk menghadapi Pak Prabowo, Pak Prabowo yakin dukungan dari arus bawah akan semakin kuat terlihat dari perkembangan akhir akhir ini,” katanya. (tim)