RADAR-BARRU.COM,- Mabes TNI memastikan bahwa seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola dibawah TNI menerapkan pengawasan ketat dan berlapis. Pernyataan ini untuk memberikan jaminan keamanan makanan di tengah munculnya kasus keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Mabes TNI mengklaim menerapkan pengawasan ketat dalam proses memasak makanan di dapur mereka. Tujuannya agar MBG dari SPPG tersebut aman dikonsumsi oleh para siswa.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah menyampaikan bahwa pengawasan kualitas makanan di SPPG TNI melibatkan beberapa unsur. Mulai satuan kesehatan TNI, tim logistik TNI, serta pengawasan internal yang berlangsung secara berjenjang.
”Komandan satuan yang bertanggung jawab langsung terhadap jalannya program. Dengan sistem ini, kualitas makanan di SPPG TNI selalu terjamin aman, sehat, dan bergizi,” terang dia saat dikonfirmasi oleh awak media.
Freddy menyatakan bahwa satuan kesehatan TNI secara rutin melakukan pengecekan kesehatan pangan. Kemudian tim logistik TNI memastikan ketersediaan bahan makanan benar-benar aman.
Dia memastikan sejauh ini tidak ada laporan keracunan akibat konsumsi MBG dari SPPG TNI.
“TNI tidak pernah menerima laporan adanya kasus keracunan MBG yang dikonsumsi oleh para siswa penerima program dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi TNI,” jelas dia.
Jenderal bintang dua TNI AL itu menyampaikan, seluruh proses pengolahan dan distribusi makanan di SPPG TNI berjalan sesuai prosedur standar yang ketat.
Pelaporan selalu diberikan kepada komando atas terhadap pencapaian dan hal-hal menonjol untuk pencegahan agar tidak terjadi hal-hal buruk.
”TNI sangat memperhatikan aspek keamanan pangan. Pengawasan dilakukan secara berlapis, mulai dari proses pemilihan bahan baku, penyimpanan, pengolahan di dapur lapangan, hingga distribusi kepada siswa. Setiap dapur SPPG TNI wajib memenuhi standar higienitas, keamanan, dan kelayakan gizi agar aman dikonsumsi,” jelasnya.
Sebelumnya, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita memastikan, makanan yang diproduksi melalui dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) TNI terjamin kualitas dan higienitasnya.
Hal itu ditegaskan Tandyo menyusul maraknya kasus keracunan yang menimpa anak-anak sekolah usai mengkonsumsi menu MBG.
“MBG yang dibangun oleh TNI higienis dan memenuhi standar,” tegasnya, saat membuka Kompetisi Taekwondo Internasional, di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (26/9/2025).
Dia melanjutkan, kasus keracunan MBG akhir-akhir ini dikarenakan ada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kurang profesional. Namun, hal itu tidak terjadi di dapur MBG TNI.
“Dapur MBG TNI dipastikan berbeda, karena telah melalui proses pengolahan sesuai standar yang berlaku,” kata Tandyo.
Dia menerangkan, seluruh proses pembuatan makanan di dapur MBG TNI menggunakan bahan berkualitas dengan kandungan gizi seimbang. Proses pengolahan juga diawasi secara ketat agar makanan yang didistribusikan aman, sehat, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Tandyo optimistis, program MBG TNI akan semakin memperkuat kehadiran negara dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dia menambahkan, saat ini Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto sedang melakukan kunjungan ke Solo dalam rangka mendukung Program MBG. Tandyo berharap, Panglima juga bisa meluruskan mengenai program MBG yang ramai dibicarakan belakangan akibat banyak siswa yang keracunan.
“Mudah-mudahan Panglima TNI bisa meluruskan informasi yang simpang siur, sehingga program pemerintah yang langsung menyentuh rakyat ini dapat berjalan dengan baik dan membawa manfaat nyata,” pungkas Tandyo. (*)