JAKARTA -- Film Jangan Buang Ibu menghadirkan kisah tentang seorang ibu bernama Ristiana yang harus ‘dibuang’ ke panti jompo karena ketiga anaknya tak mampu merawatnya di rumah.
Diproduseri oleh Agung Saputra dan disutradarai Hadrah Daeng Ratu, Jangan Buang Ibu seolah menjadi tamparan kehidupan untuk kita, saat anak tak lagi mampu merawat ibunya sendiri dan harus membawanya ke panti jompo, Kamis (11/6/2026).
Padahal, di masa tumbuh sang anak, ibu selalu menyempatkan waktu dan tenaga demi mereka.“Jangan Buang Ibu adalah sebuah kisah yang akan mengajak kita kembali memahami arti cinta, pengorbanan, dan kehadiran seorang ibu dalam hidup kita.
Semoga kita juga bisa berefleksi untuk terus bisa memuliakan seorang ibu yang telah melahirkan kita,” ujar produser dan CEO Leo Pictures Agung Saputra.
Terobosan baru juga dibawa di film Jangan Buang Ibu dengan membuat pemeran utama Nirina Zubir bertransformasi seorang ibu berusia 60 tahun. Di film ini, Nirina memerankan karakter Ibu Ristiana, dan penonton akan mengikuti kehidupannya saat ia berusia 40 tahun, kemudian 50 tahun, dan usia 60 tahun saat sudah banyak kerutan di wajahnya.
Tampil dengan perubahan signifikan, Nirina pun mampu menghadirkan sosok Ibu yang brilian. Tak hanya transformasi fisiknya, kita juga bisa merasakan ketulusannya sebagai seorang ibu yang ikhlas untuk melihat anak-anaknya bisa bertumbuh menjadi seseorang yang berhasil dalam kehidupan.
“Di film Jangan Buang Ibu, Nirina mendapat tantangan untuk memerankan karakter dengan tiga periode waktu yang berbeda; 40, 50, dan 60-an tahun. Terbayang nggak sih kita memproyeksikan diri kita sendiri 20 tahun yang akan datang, yang kita belum tahu seperti apa? Makanya setiap gerak-geriknya, jalannya, cara tatapan matanya, untuk Nirina lepas agak susah,” ujar Nirina Zubir.
“Salah satu perubahan Nirina setelah memerankan Ibu Ristiana adalah sekarang Nirina kalau ngomong lebih santai. Jauh daripada Nirina dulu. Dulu kalau ngomong tuh berapi-api. Tapi setelah memerankan karakter Ibu Ristiana, seperti ada pertanyaan: ‘Buat apa sih buru-buru? Santai aja lagi,” tambah Nirina.
Jangan Buang Ibu dibintangi oleh Nirina Zubir, Refal Hady, Amanda Manopo,
Saputra Kori, Basmalah Gralind, Erika Carlina, Dwi Sasono, Saskia Chadwick, Fadly Faisal, Farrell Rafisqy, Jared Ali, dan Humaira Jahra. Film ini juga didukung oleh Luna Maya dan Yasmin Napper sebagai produser eksekutif bersama Nur Iman
Syafe’i dan Evi Surahmawati.
Film ini juga telah mendapat sambutan meriah di berbagai kota saat Gala Premiere Jangan Buang Ibu Keliling Indonesia di 20 kota sejak 30 Mei–23 Juni 2026. Setiap kota yang didatangi menyambut dengan penuh hangat sekaligus air mata dari seluruh studio bioskop yang tiketnya terjual habis.
Refal Hady, yang juga ikut dalam roadshow Gala Premiere Jangan Buang Ibu Keliling Indonesia mengaku terharu saat melihat antusiasme penonton Indonesia menyambut film ini. Ia banyak bertemu cerita-cerita haru di berbagai kota.
Bagi Refal sendiri, yang memerankan karakter Tama, sulung yang bertanggung jawab dan menanggung hidup ibu dan kedua adiknya, film ini sangat menjadi gambaran kehidupan yang terasa dekat.
“Film ini memperlihatkan perjuangan seorang ibu yang selalu memprioritaskan anak-anaknya dari kecil, dengan susah payah, sosok ibu yang tangguh, dan tanpa kehadiran sosok ayah. Tapi ketika besar, anak-anaknya mengalami dilema antara harus memprioritaskan ibu atau tidak. Ini dilema yang sekarang jadi realitas keadaan banyak dari kita,” ujar Refal Hady.
“Ini sangat jadi pembelajaran bagiku. Dan menjadi refleksi, apalagi karena Mamaku sudah tidak ada. Aku jadi makin rindu sama almarhumah Mama. Seorang ibu adalah sosok yang tidak pernah tergantikan,” tambah Refal.(Gbr)