-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Film Science Fiction Comedy Berbahasa Madura Pertama di Indonesia, 'Foufo' Hadirkan Pesan Moral

Jumat, 03 Juli 2026 | Juli 03, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-03T18:17:30Z

JAKARTA-- Film ini merupakan sebuah karya yang mendobrak batas dengan memadukan unsur fiksi ilmiah dan komedi lokal, atau bergenre Science Fiction Comedy. Keunikan utamanya terletak pada benturan budaya yang menggelitik, bagaimana jadinya jika entitas asing seperti UFO bertemu dengan karakteristik blak-blakan masyarakat Madura, Jumat (3/7/2026).

"Film ini menjadi wadah pembuktian bagi masyarakat Jawa Timur, khususnya Madura. Luar biasanya, 90% pemain dalam film ini adalah aktor lokal. Saya berterima kasih atas apresiasi penonton di Jakarta. Hal ini menjadi bukti bahwa jika talenta daerah diberikan kesempatan, mereka mampu menunjukkan kualitas yang tidak kalah bersaing," ujar Bayu Skak dalam Press Conference Foufou di Jakarta Selatan, Jumat   (3/7/2026).

Meskipun dibalut dengan komedi situasi yang jenaka, film ini memiliki pesan moral yang sangat hangat dan berpusat pada keluarga. Kisah ini mengangkat tentang hubungan antara anak dan ibu. 

"Ceritanya berfokus pada perjuangan seorang anak yang ingin menyenangkan dan membanggakan ibunya, sosok yang tidak pernah lelah mendoakan kesuksesan anaknya di setiap malam," ungkap Bayu Skak.

Pemeran utama, Tretan Muslim
menjelaskan bahwa film Foufou memperlihatkan misi besar di balik layar film tersebut, yang tidak hanya sekadar menghibur tetapi juga membawa misi budaya dan sosial bagi masyarakat Madura.

"Film ini memikul tanggung jawab besar untuk merepresentasikan masyarakat Madura secara positif. Selama ini, pemberitaan atau candaan mengenai Madura sering kali terjebak pada stereotip tertentu (seperti konflik, masalah jembatan Suramadu, hingga parkir liar). Melalui film ini, kru ingin membuktikan dua hal yakni talenta hebat dan sisi humanis," ujar Muslim.

Muslim juga mengaku, bahwa ia harus menghadapi sejumlah tantangan selama proses produksi, terutama dalam penggunaan beberapa bahasa.

“Tantangannya di film Foufo, selain harus akting serius dan sedih, saya ngomong tiga bahasa di sini: Madura, Indonesia, dan Jawa. Di mana saya sudah lama tidak berbahasa Madura. Terus harus berbahasa Jawa dialek Surabaya, yang bukan bahasa saya sehari-hari. Jadi kadang pas take itu sering tertukar,” katanya.

Film yang akan tayang di bioskop pada 9 Juli 2026 ini turut dibintangi oleh Tretan Muslim, Bayu Skak, Benidictus Siregar, Habib Ja'far, Fuad Sasmita, Mieke Amalia, Siti Kamariyah, serta pengisi suara alien Foufo, Ade Kurniawan atau Ade Biebir. (Gbr)
×
Berita Terbaru Update