RADAR-BARRU.COM--Setelah melaksanakan sholat magrib di mesjid Agung Barru (28/8/24), mendadak di hadang oleh beberapa jemaah untuk berdiskusi sambil berdiri. Cerita Musafir salah satu tim H Aras yang bercerita dengan radarbarru.com di cafe 70.
Lanjut ceritanya bahwa, Setelah salaman sekebiasaan jamaah setelah sholat, salah seorang jamaah bercerita dengan mimik serius dan nada yang mendalam menyampaikan "esso wenni willauduangang pak aji, tenna podo engka calon bupati oroane, namo cundekkemui. Nah engka tongenna oroane pole, ya Pore"
Kurang lebih artinya bahwa "siang malam saya berdoa pak aji, semoga ada calon (Bupati) laki-laki, meski laki-laki biasa saja. Namun ternyata betul ada Calon (bupati) laki-laki diakhir pendaftaran dan laki-laki yang sangat kompeten"
Seketika H Aras tersentak dan menurunkan kacamatanya, mengusap air mata. Terharu dan begitu tersentuh, menangkan diri untuk tidak terlarut di depan umum.
Sembari mengatur nafas, H Aras membalasnya "kami datang mencalonkan diri, bukan karena gander, bukan karena harapan untuk pemimpin laki-laki, tapi kami hadir karena niat mengabdi dan membangun Barru"
Suasana kemudian berangsur tenang dan cair dengan lanjutan diskusi dan mendengar beberapa keiingan masyarakat Kabupaten Barru.(Rls)