-->

Notification

×

Iklan

Iklan

KPK, Uang Korupsi Kasus Bea Cukai Disimpan di Mobil Operasional

Jumat, 27 Februari 2026 | Februari 27, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-27T20:23:19Z
RADAR-BARRU.COM--- KPK telah menahan Kepala Seksi Intelijen Cukai Penindakan dan Penyidikan (P2) Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC), Budiman Bayu Prasojo (BBP), sosok yang berperan memerintahkan uang korupsi di safe house. 

"Uang ini yang dikumpulkan ini, ini juga digunakan untuk membeli mobil operasional. Nah BPKB-nya yang ada gitu. Jadi kelompok ini ya para oknum ini, ini membuat mobil operasional," kata Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (27/2/2026).

Asep menjelaskan sebagian uang sempat ditemukan oleh KPK sebelumnya ada di mobil operasional. Uang itu digunakan oleh para tersangka untuk keperluan tertentu tanpa perlu ke safe house.

"Bahkan ada sebagian dari uang yang dulu kita temukan itu ditemukan di mobil operasionalnya. Jadi ada juga uang itu yang disimpan mobil operasional itu untuk kebutuhan-kebutuhan yang mendesak gitu," ucap dia.

"Jadi mereka udah lengkap, ada mobil operasionalnya dan lain-lainnya gitu," tambahnya.

Asep mengungkap mobil operasional tersebut tidak hanya satu. BPKB dari mobil tersebut juga kini telah disita KPK.

"Dan mobil operasionalnya juga tidak hanya satu gitu. Nanti bisa dilihat di situ, di BPKB-nya. Nah, itu juga sedang kita, penggunaannya sudah kita ketahui, BPKB-nya sudah ada pada kita. Nah, ini yang sudah disita maksudnya. Tinggal nanti unit-unit itu sedang hari ini sedang ditelusuri gitu, mobilnya. Seperti itu," ucapnya.

Saat dalam proses penangkapan para tersangka di kasus ini, mobil operasional itu terus melakukan pergerakan hingga berganti sopir. Sehingga KPK fokus melakukan penggeledahan di lokasi tertentu terlebih dahulu.

"Ceritanya itu. Bagaimana pergerakan uang itu pergerakan ganti mobil, ganti orang, ganti supir, ganti mobil, terus-terus seperti itu. Sedangkan juga kita petugas di lapangan itu sangat terbatas," sebutnya.

Sumber: detiknews

Tidak ada komentar:

×
Berita Terbaru Update