-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tayang 18 Maret, Film Senin Harga Naik Hadirkan Kisah Keluarga Yang Menyentuh Hati

Rabu, 04 Maret 2026 | Maret 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-04T19:53:10Z
JAKARTA-- Rumah produksi 
Starvision yang tahun ini memasuki perjalanan 31 tahun berkarya, berkolaborasi  bersama Legacy Pictures menghadirkan film drama terbaiknya untuk merayakan 
Lebaran yang akan menyentuh hati banyak keluarga Indonesia, Senin Harga Naik. 

Sebuah film tentang anak dan Ibu yang punya definisi masing-masing tentang 
bahagia, dalam sebuah rumah dan toko roti yang menjadi warisan keluarga, Selasa (3/3/2026).

Film ini  akan menghangatkan hati dan mengingatkan lagi tentang pentingnya keluarga di  Lebaran kali ini.
Senin Harga Naik dibintangi Nadya Arina, Meriam Bellina, Andri Mashadi, Nayla  Purnama, Givina, Adam Xavier, Brandon Salim, Nungki Kusumastuti, Hamish Daud,  Aci Resti, Arif Alfiansyah, Razan Zu, Rianti Cartwright, Restu Sinaga, Annisa Hertami, 
Dayu Wijanto, Reynavenzka, Hifdzi Khoir, Devy Anastasia, Lolox, Inyok, Violeta  Ekanjani, Chika Waode, Maryam Lin, Jordan Omar, Mikhaila Zeline, Ashraf Dirgham, dan lain-lain. 

Film ini mengikuti perjalanan Mutia (Nadya Arina) yang pergi dari rumah untuk  menentukan jalan hidupnya sendiri, tapi justru harus kembali ke rumah, karena  kariernya bergantung dari rumah dan toko roti legendaris milik sang Ibu. Mutia yang 
berkarier di sebuah perusahaan properti ditugaskan untuk melobi pemilik toko roti Mercusuar, Ibunya, Retno (Meriam Bellina), agar bersedia digusur/dijual. Di momen-
momen itulah kelokan emosi terjadi dan menguras air mata.

Diproduseri oleh Chand Parwez Servia, dengan sutradara Dinna Jasanti dari naskah  yang ditulis oleh Rino Sarjono, film Senin Harga Naik menjadi sebuah sajian film  Lebaran tahun ini yang akan mengajak penonton untuk menemukan arti keluarga  yang seutuhnya, dan maaf bukan hanya dari anak-anak ke orang tuanya tetapi juga 
sebaliknya.

“Waktu terkadang membuat momen berlebaran bersama keluarga pun menjadi  sesuatu yang sangat langka dan istimewa. Di era yang semakin hari semakin sulit kita bersama dan berdekatan, sangat penting menemukan trigger untuk bisa bicara dan saling mendekatkan diri lagi dengan keluarga. Lebaran adalah momen yang sangat penting untuk hadirkan film terbaik. Momen dimana kita berkumpul kembali dengan keluarga, dan semoga film Senin Harga Naik bisa menghangatkan hati untuk mau saling memaafkan,” ujar produser Chand Parwez Servia.

“Lebaran sebagai momen kebersamaan yang sakral, dan selalu dirayakan dengan  berkumpul barengan sekeluarga sejak kecil hingga kuliah, akhirnya karena tanggung 
jawab pekerjaan membuat kesempatan bermaafan secara langsung semakin sulit dan dirindukan. Melalui film ini saya ingin mengajak Lebaran 2026 kita bisa menemukan kembali nilai-nilai yang membuat keluarga sangat penting, dan ingin kita peluk,” tambah Chand Parwez Servia

Bagi sutradara Dinna Jasanti, yang sebelumnya bekerja sama dengan Starvision dan Chand Parwez Servia lewat kisah hangat Dua Hati Biru, kisah di film Senin Harga Naik memiliki kedekatan personal dengannya.

Dinna Jasanti berharap, film Senin Harga Naik bisa menjadi kado spesial saat  keluarga Indonesia merayakan Lebaran. “Ini film yang sangat hangat. Semoga menjadi kado spesial dari kami semua untuk penonton merayakan Lebaran, menjadi pelukan yang sangat hangat untuk kita semua.”

Film Senin Harga Naik memiliki berbagai lapisan drama dari masing-masing  karakternya. Mulai dari konflik anak perempuan dan Ibu, relasi mertua dan menantu perempuan, hingga keras kepalanya orang tua dan anak terhadap apa yang  diyakininya. 

Film Senin Harga Naik juga akan mengajak penonton ke sebuah interior toko roti konik, yang menjadi latar di film ini. Dinna dengan apik menampilkan latar toko roti 
tersebut sebagai sebuah tempat yang memiliki nilai sentimentil dan menggerakkan emosi tiap karakternya, dan menjadi motivasi drama yang dihadirkan.

Sementara bagi Nadya Arina, memerankan Mutia, sebagai anak yang berkonflik  dengan Ibunya sendiri justru memberikan refleksi tentang cara berkomunikasi dengan orang tua. 

“Semakin dewasa, ada perubahan cara berkomunikasi dengan orang tua. Sering sekali ada kesalahpahaman yang mungkin dianggapnya jadi berbeda sama orang tua. Film Senin Harga Naik itu ngajarin aku juga untuk memahami dan bisa lebih 
menyayangi keluarga,” kata Nadya Arina.

“Semua adegan yang ada di film ini rasanya bakal bikin kita tertawa, menangis haru, dan ingin meminta maaf ke orang yang mungkin sudah lama berselisih paham, dan 
Lebaran jadi momen yang tepat untuk mengucapkan maaf, sama seperti yang dilakukan Mutia dan Ibunya di Senin Harga Naik,” tambah Nadya.

Meriam Bellina, yang memerankan Retno, Ibu tiga anak yang berseteru dengan anaknya, Mutia, dan kerap berselisih paham dengan menantunya, menjelaskan film ini menyadarkan tentang arti pentingnya kebersamaan dan kehadiran bersama orang 
tersayang.

“Biasanya di saat kehilangan kita baru merasa ya, ‘Oh, ternyata kemarin-kemarin aku punya ini, aku punya itu.’ Di film Senin Harga Naik ini saya menjadi single mother yang hanya ingin memiliki kedekatan dengan anak-anaknya. Sementara anak-
anaknya ingin berkembang dan melanjutkan hidup mereka. Jadi terkadang saya  cukup keras dalam mendidik dan malah membuat mereka semakin menjauh. Tapi, 
selalu ada kesempatan untuk memperbaiki semua, dan saya rasa menonton film  Senin Harga Naik bersama keluarga di momen Lebaran bisa menjadi salah satu sarana untuk menemukan kembali kehangatan keluarga,” kata Meriam Bellina.
(Gbr)

Tidak ada komentar:

×
Berita Terbaru Update